Tohpati Bertiga, Warna Lain Tohpati

Kompas.com - 18/03/2011, 10:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Keinginan Tohpati (39) membentuk trio akhirnya tercapai. Bersama Indro Hardjodikoro (basis Halmahera) dan Bowo (drumer Gugun Blues Shelter), Tohpati membentuk Tohpati Bertiga yang mengusung warna musik jazz rock progressive. Album pertama, Riot, sudah beredar di pasaran.

”Awalnya, saya dan Bowo ingin main rock. Saat latihan dan tanpa sengaja direkam, ternyata hasilnya bagus juga; padahal direkam tanpa dubbing dan editing,” ujar Tohpati.

Baginya, permainan musik tanpa dubbing dan editing ini menarik. ”Seperti di musik jazz, kalau ada kesalahan bukan sesuatu yang fatal, tetapi jadi kejadian yang unik dan malah jadi sesuatu yang enak didengarkan,” tutur Tohpati.

Tentang mengapa kali ini mengusung rock, Tohpati mengatakan bahwa dirinya adalah penggemar rock. ”Sejak SMP saya mendengarkan Led Zeppelin, Deep Purple, hingga Yes. Mood rock itu saat ini keluar lagi,” katanya.

Meski sejauh ini tanggapan penggemarnya rata-rata positif, Tohpati mengakui pasti ada penggemarnya yang tidak suka atau kecewa dengan musik Tohpati Bertiga. Namun, hal itu tidak jadi masalah karena, menurut dia, musik menawarkan banyak pilihan.

”Saya sendiri memang suka explore. Saya enggak mau diam di satu warna musik saja. Saya maunya bisa memainkan banyak warna musik,” ungkap Tohpati.

(DOE)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau