Mallarangeng: PSSI Bertingkah Dikartu Merah!

Kompas.com - 18/03/2011, 11:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng, mengancam akan melakukan tindakan tegas jika PSSI melakukan pelanggaran-pelanggaran di kongres nanti. Menurut Menpora, ini bisa dilakukan mengingat tugas pemerintah adalah melakukan pengawasan.

Rencananya, PSSI akan melakukan dua kongres pada 26 Maret dan 29 April mendatang. Kongres pertama akan dilaksanakan untuk memilih Komite Pemilihan dan Komite Banding. Adapun kongres kedua untuk memilih Ketua Umum, Wakil Ketua Umum dan Komite Eksekutif periode 2011-2015.

"Ikuti saja statusa FIFA, karena statuta itu sudah sesuai semangatnya dengan aturan perundang-undangan Indonesia dan ketentuan olahraga di KONI/KOI. Jadi, pemerintah ikut mengawasi selama dilakukan sesuai dengan aturan-aturan negeri ini maupun aturan FIFA, maka kongres akan berjalan dengan baik, happy ending," kata Mallarangeng di kantor Menpora, Jumat (18/3/2011).

"Tapi, kalau ada pelanggaran-pelanggaran, atau tidak kesesuaian, maka pemerintah turun tangan. Pemerintah punya kewenangan yang jelas dalam undang-undang. Ada yang melanggar, ya kartu merah," sambung Andi.

Dalam kesempatan itu, Menpora juga mendukung langkah Komite Penyelamat Persepakbolaan Nasional (KPPN) yang batal melakukan kongres sendiri, dan mengikuti kongres PSSI.

"Kongresnya biar satu, bersama-sama, yang penting sesuai dengan aturan. Tapi, aturan standar electoral FIFA, bukan aturan statuta PSSI yang maknanya sudah jauh sekali dari makna statuta FIFA yang sebenarnya. Bahasa Inggris dan bahasa Indonesianya harus sama, bukan menyimpang," pungkas Menpora.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau