Tenaga Honda Brio Top di Antara Kompetitornya

Kompas.com - 18/03/2011, 13:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Honda Brio yang akan melakukan debut dunianya di Bangkok International Motor Show pada minggu depan menjadi produk terbaru sekaligus mobil termurah dari Honda. Berdasarkan dimensi sementara yang dirilis oleh Honda Motor Co, Brio masuk dalam segmen mobil kota (citycar) atau B-segement. Di Indonesia, mobil ini masuk dalam low compact non-sedan. Ukuran panjang, lebar, dan tingginya 3.610 mm × 1.680 mm × 1.485 mm serta bermesin 1,2 liter dan menghasilkan tenaga 90 PS.

Fitur standar keamanan yang disertakan adalah dua kantong pengaman SRS untuk pengemudi dan penumpang depan, anti-lock braking system (ABS) dan electronic brakeforce distribution (EBD), dijadikan standar oleh Honda pada semua varian Brio. Untuk transmisi, pilihannya adalah CVT (otomatis) dan manual 5-percepatan.  

Kompetitor
Dengan spesifikasi tersebut, bila nantiya Brio ikut mengerubuti pasar mobil kecil di Indonesia, maka ia akan bersaing dengan Nissan March yang sudah lebih dulu masuk, yaitu Toyota Etios Liva (sedang disiapkan), Chevrolet Spark, Suzuki Splash, Kia Picanto, dan Hyundai i10. Merek lain, sepeti Proton (Savvy) dan Chery (QQ), bisa memainkan peran yang lebih besar.

Brio tampil dengan sosok hatchback 5-pintu. Dari gambar yang dirilis oleh Honda, penampilan mobil ini cukup menarik. Interiornya sederhana, tetapi desain joknya juga menarik dan bergaya agak sporty. Pastinya ini agar berbeda dari konsep yang pernah ditampilkan, baik di India maupun di Indonesia.

Di Thailand, seperti yang telah diberitakan Kompas.com kemarin, harga termurah dari Brio adalah 399.900 bath atau setara Rp 115 juta dan paling mahal 505.800 bath atau setara Rp 147 juta. 

Nah, kalau masuk ke Indonesia, harganya sangat tergantung pada keputusan Honda, apakah akan memasukkannya secara utuh (CBU) atau dirakit seperti yang dilakukan Nissan March. Kalau dirakit di Indonesia, perbedaan harga dengan Thailand tidak begitu banyak!

Berberapa waktu lalu, ketika Kompas.com berbincang-bincang dengan Direktur Pemasaran dan Purnajual Honda Prospect Motor Jonfis Fandy, ia mengaku sedang mempelajari pemasaran Brio di Indonesia.

Kompas.com mengemukakan, saat ini Honda tidak punya produk di segmen dengan pangsa pasar yang paling besar berdasarkan harga, yaitu Rp 150 juta. Padahal, Honda punya banyak penggemar dan citra merek yang tinggi.  

Selain itu, dijelaskan pula bahwa respons masyarakat Indonesia bahkan sangat tinggi ketika Kompas.com menulis mengenai prototipe Honda murah yang pertama kali diperkenalkan di India pada awal 2009 tersebut.

Lantas, mengapa Honda tidak memanfaatkan peluang tersebut? Jonfis hanya berujar, "Ya, kami sedang mempelajarinya!"

Naik 345 persen
Mobil kecil saat ini sedang mendapat sambutan baik di pasar Indonesia. Buktinya, dalam empat bulan pertama, Nissan berhasil menjual 3.652 March (ritel). 

Data dari anggota Gaikindo yang diperoleh Kompas.com juga berbicara. Dua bulan pertama 2011, penjualan citycar ini naik 3,5 kali lipat (345 persen) dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada Januari-Februari 2010, penjualan mobil kecil hanya 980 unit, tetapi pada 2011 menjadi 4.359 unit.

Oleh karena itu, jangan heran jika Johnny Darmawan selaku Presdir Toyota sudah bertekad memboyong Liva (Etios versi hatchback) ke Indonesia. Tidak hanya dalam kondisi CBU, tetapi mobil ini juga dirakit di sini sehingga harganya makin terjangkau.

Perbandingan Spesifikasi Honda Brio dengan Kompetitornya

Dimensi
(mm)

Honda
Brio

Toyota
Liva

Nissan
March

Chevrolet
Spark

Kia
Picanto

Hyundai
i10

Suzuki
Splash

Panjang
3.610 3.775 3.780 3.640 3.595* 3.565 3.715
Lebar
1.580 1.695 1.665 1.597 1.595 1.595 1.680
Tinggi
1.485 1.497 1.525 1.551 1.480 1.540 1.618
Mesin (cc)
1.200 1.200 1.200 1.200 1.100 1.100 1.200
Tenaga (PS)
90 80 76 82 64 66 85
*Dimensi All-New Picanto yang baru saja diluncurkan di Geneva

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau