Etika partai

Soal Tudingannya, Yusuf Siap Diadili

Kompas.com - 18/03/2011, 14:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan anggota Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Yusuf Supendi, mengaku siap jika diadili. Yusuf bersedia dipertemukan dengan sejumlah elit PKS yang ditudingnya di hadapan penegak hukum.

"Saya bersedia dipanggil di hadapan penegak hukum, apakah tergugat atau penggugat sangat teknis," katanya di gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (18/3/2011).

Kendati demikian, lanjut Yusuf, dirinya lebih mengutamakan agar perihal tudingannya tersebut diselesaikan oleh internal PKS. Dia berharap, Majelis Syuro PKS memanggilnya untuk gelar perkata.

"Saya kan menceritakan. Jadi, saya minta kirim surat ke Ketua Majelis Syuro PKS, mari gelar perkara, kita selesaikan. Urusan rumah tangga dulu," ucapnya.

Sebelumnya, Yusuf yang diberhentikan PKS tahun lalu itu menuding Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq telah melakukan pelanggaran etika anggota parlemen. Menurutnya, Luthfi kerap mengirim pesan singkat bernada mengancam dan kasar kepada Yusuf. Atas hal itu, Yusuf melaporkan Luthfi ke Badan Kehormatan DPR, Kamis (17/3/2011).

Selain melaporkan Luthfi ke BK DPR, Yusuf mengungkapkan kepada pewarta, bahwa Sekretaris Jenderal PKS, Anis Matta, menggelapkan dana kampanye Adang Daradjatun Rp 10 miliar pada Pemilihan Gubernur 2007. Ia juga mengatakan, bahwa Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminuddin, hobi memperkaya diri dengan memungut setoran.

Sejumlah kader PKS di parlemen menilai tudingan Yusuf tersebut lantaran Yusuf sakit hati karena diberhentikan dari keanggotaan PKS dengan alasan indisipliner. Sementara Yusuf hari ini membantah hal tersebut.

Menurutnya laporannya kepada BK DPR atas dugaan pelanggaran kode etik Luthfi suatu hal yang wajar sebagai seorang warga negara. Yusuf juga mengaku tidak diprovokasi, apalagi ditunggangi pihak lain.

"Karena ini keyakinan saya," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau