Swiss terbuka grand prix gold

Meiliana/Greysia Lolos, Lindaweni Gagal

Kompas.com - 18/03/2011, 23:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia tak punya wakil lagi di sektor tunggal putri turnamen Swiss Terbuka Grand Prix Gold. Pasalnya, Lindaweni Fanetri, yang menjadi satu-satunya harapan untuk meraih tiket semifinal, tersingkir di babak delapan besar, Jumat (18/3/2011), setelah kalah dua game langsung 13-21, 4-21 dari unggulan keempat asal Korea Selatan, Bae Youn Joo.

Meskipun demikian, di sektor ganda putri Indonesia masih memiliki harapan untuk membawa pulang tropi event berhadiah 125.000 dollar AS ini, menyusul keberhasilan Meiliana Jauhari/Greysia Polii. Pasangan Pelatnas Cipayung tersebut, yang merupakan unggulan kedua, berhasil melewati hadangan pemain Korea, Jang Ye Na/Kim Min Seo, yang ditaklukkan straight game 21-9, 21-7.

Di semifinal, Sabtu (19/3/2011), Meiliana/Greysia akan menghadapi Hsieh Pie Chen/Wang Pei Rong (Taiwan) atau Jung Kyung Eun/Kim Ha Na (Korea). Dua pasangan non-unggulan ini belum bertarung. Sedangkan Bae bertemu pemenang antara unggulan enam dari Bulgaria, Petya Nedelcheva, dengan unggulan kedua dari India, Saina Nehwal.

Gugurnya Lindaweni, maka sejauh ini baru dua wakil Indonesia yang lolos ke semifinal. Sebelumnya, tunggal putra Simon Santoso sudah lebih dulu meraih tiket babak empat besar, setelah unggulan kedua ini menang 21-17, 21-18 atas pemain Jepang, Sho Sasaki.

Masih ada tiga wakil lagi yang belum bertanding untuk memperebutkan tiket semifinal, yaitu ganda campuran Tantowi Ahmad/Liliyana Natsir (unggulan 5), serta dua ganda putra, Mohammad Ahsan/Bona Septano (5) dan Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan (7).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau