Trauma teror

Buku Bung Karno Dicurigai Berisi Bom

Kompas.com - 19/03/2011, 02:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Polisi Jakarta disibukkan lagi dengan pengecekan benda mencurigakan atas laporan masyarakat. Setelah mengecek di berbagai lokasi, kali ini kepolisian mengecek buku yang tergeletak di warung tegal (warteg) di Jalan Lontar, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Kepala Polres Jakarta Selatan Komisaris Besar Gatot Edy mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga pada Jumat (18/3/2011) petang. Buku itu berjudul Dibawah Bendera Revolusi, bunga rampai karya Ir Soekarno sejak muda dan diterbitkan menjelang dia dikudeta secara pelan-pelan.

Menurut Gatot Edy, buku tebal itu tergeletak di atas pagar warteg dan ditemukan tanpa dibungkus. Dengan peralatan lengkap, anggota Gegana lalu mengecek dengan x-ray. Hasilnya, tak ditemukan unsur logam dalam buku itu seperti pada lokasi lain. Buku lalu dibawa ke Markas Komando Brigade Mobil Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

"Ini sudah pengecekan yang ketiga khusus di Jakarta Selatan. Sebelumnya di Pondok Indah dan Jalan Mendawai. Semua negatif," kata Gatot di lokasi, Jumat malam.

Peristiwa itu mengakibatkan kemacetan parah di Jalan Lenteng Agung lantaran pengendara melambatkan laju kendaraan ketika melintasi lokasi.

Untuk diketahui, warteg terletak tepat di pinggir jalan. Kemacetan diperparah kerumunan warga di jalanan. Akibatnya, kemacetan terjadi hingga di bawah flyover TB Simatupang. Kendaraan roda dua membutuhkan waktu hingga 30 menit.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau