Transportasi

Manfaat KRL Ekspres Berkurang

Kompas.com - 19/03/2011, 10:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai lebih KRL ekspres adalah waktu tempuh yang lebih cepat. Karena itu, menurut Wakil Ketua Forum Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Aditya Dwi Laksana, pengguna jasa akan merasakan ada manfaat yang berkurang jika KRL ekspres harus singgah di setiap stasiun.

Pandangan ini disampaikan Aditya terkait rencana perubahan pola operasi KRL ekspres yang akan menyinggahi semua stasiun yang dilintasi, sebagaimana KRL ekonomi.

Menurut Aditya, dengan menyinggahi setiap stasiun waktu tempuh KRL ekspress menjadi hampir sama dengan KRL ekonomi dan ekonomi AC, karena kecepatan KRL relatif sama. "Jika waktu tempuhnya hampir sama dengan KRL ekonomi dan ekonomi AC, lantas apa nilai lebihnya? Akhirnya, yang membedakan jenis layanan KRL hanya soal harga dan kenyamanan," ungkapnya.

Perubahan pola operasi tersebut, kata Aditya, lebih merupakan kebijakan yang menguntungkan operator kereta api, karena mempermudah pengaturan jadwal. Soal distribusi penumpang, Aditya mengatakan tidak begitu berpengaruh karena ada layanan kereta ekonomi AC yang bisa mengakomodasi kebutuhan tersebut.

KRL Ekspres selama ini menjadi sarana transportasi andalan warga Bogor, Depok, dan sekitarnya yang bekerja di Jakarta. "Mereka bersedia membayar berlipat-lipat lebih mahal dari KRL ekonomi, terutama karena waktu tempuhnya yang jauh lebih cepat," urai Aditya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau