Tamara geraldine tambunan

Menunggu Gayus

Kompas.com - 20/03/2011, 04:09 WIB

Pemandu acara Tamara Geraldine Tambunan (36) membuat penonton pertunjukan musik ”Horas Tiga Generasi” tergelak-gelak. Acara yang digelar Kamis (17/3) malam di Taman Ismail Marzuki (TIM) itu dibuka oleh Aurora Tambunan, Deputi Gubernur Bidang Kebudayaan dan Pariwisata DKI Jakarta.

”Tadi sambutan oleh ibu Aurora Tambunan. Saya, Tamara Geraldine Tambunan. Kita tinggal menunggu Gayus...,” kata Tamara yang disambut tawa riuh penonton yang 90 persen keluarga Batak.

Pada acara tersebut tampil penyanyi berdarah Batak, seperti Hutauruk Sisters, Rita Butar Butar, Ramona Purba, sampai Judika Sihotang. Tamara lalu memuji kehebatan penyanyi Batak dari masa ke masa itu.

”Orang Batak lebih hebat dari Amerika,” kata Tamara yang lalu memberi contoh.

”Amerika kalah sama Vietnam. Suami saya orang Vietnam, takluk sama saya...,” kata Tamara berseloroh yang lagi-lagi membuat penonton terbahak-bahak.

Banyolan-banyolan segar berunsur Batak banyak dilontarkan Tamara yang memandu acara bersama Indro Warkop, orang Jawa yang sering melawak dengan logat Batak.

”Batak itu seperti cicak, ada kesempatan--hap,” kata Tamara setelah mendendangkan kidung anak-anak ”Cicak di Dinding”. Ia sedang memaknai sambutan Gubernur Fauzi Bowo dalam pertunjukan itu bahwa sulit membayangkan Pemerintah Provinsi DKI bisa berjalan tanpa keberadaan orang-orang Batak di sana. (SAL/ARB)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau