Foke "Kecolongan" Anggaran PDS Disunat!

Kompas.com - 21/03/2011, 15:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com--Nasib Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin yang terletak di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) kini sedang berada di ujung tanduk. Dengan anggaran hanya Rp50 juta per tahun, tempat penyimpanan 48 ribu naskah sastra karya anak bangsa yang didirikan HB Jassin ini terancam ditutup.

Melihat realitas tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo pun angkat bicara. Ia menyatakan hal tersebut seharusnya tidak perlu terjadi pada PDS HB Jassin yang berperan sebagai tempat pemeliharaan arsip budaya bangsa.

"Ini merupakan pusat dokumentasi arsip yang sangat berharga, tidak pantas rasanya pusat dokumentasi mendapat porsi yang begitu rendah sebagai pusat kebudayaan di Jakarta," ucap Fauzi, Senin (21/3/2011), di Balaikota, Jakarta.

Fauzi mengaku menyesal adanya penurunan anggaran yang terjadi untuk PDS HB Jassin. Ia menyatakan dirinya sama sekali tak tahu menahu bahwa anggaran tempat arsip tersebut dipangkas hingga kini hanya memiliki anggaran Rp50 juta per tahun.

"Saya merasa system monitoring itu tidak jalan karena tidak mendapat laporan juga bahwa anggarannya diturunkan. Saya berangkat dari realita bahwa anggaran HB Jassin tidak turun," tuturnya.

Fauzi melanjutkan meski keputusan pemangkasan anggaran PDS HB Jassin melalui SK Gubernur akan tetapi dirinya tidak mengetahui detil pemangkasan tersebut.

"Memang dari SK Gubernur, tapi saya tidak tahu. Memang saya tidak memeriksa satu persatu rincian SK gubernur tadi," ujarnya.

Menurutnya, rincian SK gubernur tersebut seharusnya diteliti terlebih dulu secara sistematis oleh asisten. Namun, hal tersebut tidak terjadi sehingga anggaran pun akhirnya dipangkas. Ia mengungkapkan bahwa keberadaan PDS HB Jassin masih sangat diperlukan negeri ini. Pasalnya, tempat itu menjadi pusat dokumentasi sastra yang selalu dijadikan referensi mahasiswa hingga peneliti internasional.

"Dulu Pak Jassin menyerahkan sepenuhnya ke pemda DKI. Ketika itu, sayalah yang memberikan anggaran pertama 600 juta pada waktu itu. Tapi fungsi pengawasannya tidak jalan," tandas Fauzi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau