Teror bom

Kapolda: Kalau Kirim Paket, Telepon Dulu

Kompas.com - 21/03/2011, 20:04 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Kapolda Jateng Irjen Pol Edward Aritonang meminta masyarakat mengurangi kepanikan saat menerima paket. Yang utama adalah waspada dan hati-hati, namun semua dilakukan tanpa panik. "Di Jateng selatan tuh banyak pondok pesantren yang mendapat kiriman paket tertentu. Namun mereka tidak panik, hanya melapor saja," kata Edward di Semarang, Senin (21/3/2011).

Setelah diperiksa dan ditelusuri, ternyata paket itu berisi buku yang dikirim oleh pihak penerbit Lazuardi Biru. Kapolda menuturkan, karena pengirim dan isi paket jelas, maka polisi tidak mengambil tindakan apa pun. "Belajar dari hal itu, silakan bagi masyarakat yang hendak mengirim paket apa saja, telepon lah si penerima, agar tidak menambah kepanikan," kata Kapolda menanggapi kiriman-kiriman penting yang diledakkan polisi.

Edward Aritonang mengakui bahwa permintaan pemeriksaan paket oleh masyarakat meningkat, pascameluasnya bom buku dan bom paket di Jakarta dan sekitarnya.

Kapolda mengakui, sulit untuk tidak merusak paket yang dicurigai berbahaya karena Polda Jateng memiliki keterbatasan peralatan deteksi bom. "Kita punya alat deteksi metal, kami khawatir kalau hanya mengandalkan peralatan itu," katanya.

Menurut Edward, memang sulit untuk menghindari disposal atau peledakan. "Cuma kalau paket itu berisi makanan, oleh-oleh, kan sayang kalau diledakkan. Karena itu, jika mengirim paket, tulislah alamat pengirim dengan jelas, jangan lupa menelepon yang dikirimi, agar tidak terkejut dan memancing kepanikan," katanya.

Sejauh ini, peralatan yang dimiliki Polda Jateng, sudah didorong ke wilayah eks karesidenan, agar pelayanan bisa optimal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau