Wisatawan Jepang ke Borobudur Menurun

Kompas.com - 21/03/2011, 21:35 WIB

BOROBUDUR, KOMPAS.com - Jumlah wisatawan berasal dari Jepang di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, selama sekitar seminggu pascagempa bumi dan tsunami di negeri itu turun dibandingkan dengan periode yang sama sebulan sebelumnya.

"Turunnya tidak signifikan, sekitar sepuluh persen dari periode yang sama bulan lalu," kata General Manajer PT Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB), Pujo Suwarno, di Borobudur, Senin (21/3/2011).

Selama Januari 2011, jumlah wisatawan Jepang di candi yang juga warisan peradaban dunia itu sebanyak 1.544 orang, sedangkan Februari 2011 naik menjadi 2.401 orang.

Pada kesempatan itu Pujo tidak menyebut secara rinci jumlah wisatawan Jepang periode 12-20 baik pada Januari maupun Februari 2011.

"Tetapi penurunan wisatawan Jepang sepuluh persen itu terhitung sejak 12-20 Maret 2011," katanya.

Selama Januari hingga Februari 2011, katanya, wisatawan Jepang ke candi yang dibangun sekitar abad ke-8 masa pemerintahan Dinasti Syailendra itu di urutan kedua atau 21,41 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara, sedangkan urutan pertama Belanda (21,55).

Selain itu, katanya, Malaysia 8,17 persen, Rusia (7,81), Prancis (5,57), dan Thailand (4,19).

Pada kesempatan itu ia juga tidak menyebut rinci total jumlah wisman selama periode tersebut.

Ia menyatakan maklum atas jumlah wisatawan Jepang ke Borobudur yang turun pascabencana tersebut.

"Bisa dimaklumi mengingat kondisi Jepang saat ini masih dalam kondisi tanggap bencana," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau