BOROBUDUR, KOMPAS.com - Jumlah wisatawan berasal dari Jepang di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, selama sekitar seminggu pascagempa bumi dan tsunami di negeri itu turun dibandingkan dengan periode yang sama sebulan sebelumnya.
"Turunnya tidak signifikan, sekitar sepuluh persen dari periode yang sama bulan lalu," kata General Manajer PT Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB), Pujo Suwarno, di Borobudur, Senin (21/3/2011).
Selama Januari 2011, jumlah wisatawan Jepang di candi yang juga warisan peradaban dunia itu sebanyak 1.544 orang, sedangkan Februari 2011 naik menjadi 2.401 orang.
Pada kesempatan itu Pujo tidak menyebut secara rinci jumlah wisatawan Jepang periode 12-20 baik pada Januari maupun Februari 2011.
"Tetapi penurunan wisatawan Jepang sepuluh persen itu terhitung sejak 12-20 Maret 2011," katanya.
Selama Januari hingga Februari 2011, katanya, wisatawan Jepang ke candi yang dibangun sekitar abad ke-8 masa pemerintahan Dinasti Syailendra itu di urutan kedua atau 21,41 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara, sedangkan urutan pertama Belanda (21,55).
Selain itu, katanya, Malaysia 8,17 persen, Rusia (7,81), Prancis (5,57), dan Thailand (4,19).
Pada kesempatan itu ia juga tidak menyebut rinci total jumlah wisman selama periode tersebut.
Ia menyatakan maklum atas jumlah wisatawan Jepang ke Borobudur yang turun pascabencana tersebut.
"Bisa dimaklumi mengingat kondisi Jepang saat ini masih dalam kondisi tanggap bencana," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang