Pengaduan yusuf supendi

Tifatul: PKS Jangan Emosi Hadapi Fitnah

Kompas.com - 22/03/2011, 09:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring menghimbau jajaran DPP PKS agar tidak emosi menghadapi fitnah terhadap dakwah dan PKS. Hal ini dikemukakan terkait adanya aduan Yusuf Supendi kepada KPK terkait dugaan penggelapan dana pilkada DKI.

Menurut Tifatul dalam siaran pers yang diterima redaksi Selasa (22/3/2011), kejadian ini merupakan ujian bagi perjalanan dakwah PKS ke depan untuk tetap konsisten memberlakukan prinsip-prinsip reward dan punishment serta tegas menegakkan aturan oraganisasi.

"Sistem PKS sedang diuji, apakah kuat. AD/ART nya sedang ditantang, apakah sanggup menghadapi serangan balik seperti ini. PKS tidak boleh goyah", ujar Tifatul dalam siaran pers itu.

Tifatul juga menghimbau agar DPP PKS menjelaskan kepada publik atas tuduhan-tuduhan itu, agar tidak menjadi fitnah di tengah-tengah masyarakat. Karena disinyalir tuduhan-tuduhan yang disampaikan sudah berkembang menjadi fitnah, tidak semata ingin menegakkan kebenaran.

"Jangan sampailah terpancing emosi, sekalipun dituduh macam-macam, eperti NII korupsi, poligami dan sebagainya. DPP dapat menjelaskan semuanya dengan baik. Kalau emosi dijawab emosi, tidak akan menyelesaikan masalah", tambah Tifatul.

Tifatul juga menegaskan bahwa tidak ada perpecahan di internal PKS. Struktur PKS dari pusat sampai daerah tetap solid, setelah Mukernas bulan lalu di Yogyakarta. "1,5 juta orang kader PKS semua solid, tidak ada kepemimpinan ganda. Ini perlu dijelaskan, bukan konflik internal, tapi adalah gugatan dari salah seorang yang merasa hukuman yang diberikan atas yang bersangkutan tidak tepat. Jadi hal ini sekaligus merupakan masukan dan introspeksi bagi pembinaan kader PKS ke depan," ujar Tifatul.

"Kita perlu antisipasi, karena dinamika masyarakat hari ini sudah berubah. Para pengurus PKS pusat sangat dituntut, kesabaran dan kearifannya menghadapi berbagai masalah", imbau Tifatul.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau