Pernah Miskin, Bieber Ngebet Perankan Oliver Twist

Kompas.com - 22/03/2011, 19:57 WIB

LOS ANGELES, KOMPAS.com — Sejak bermain di dua episode serial drama televisi CSI dan juga sukses di box office dengan kisah biopiknya, Never Say Never, kini Justin Bieber ingin memerankan tokoh fiktif Oliver Twist karangan Charles Dickens di tahun 1868.

Meskipun dia sudah sukses dan tentunya kaya raya, hal ini tak membuat Justin bisa melupakan latar belakangnya waktu kecil. Oliver Twist yang mengisahkan seorang bocah miskin telah menggugah Justin untuk memerankannya di layar lebar. Alasannya sederhana, Justin mengaku pernah merasakan hidup miskin saat masih kecil.

Kepada The Sun, kekasih Selena Gomez itu mengaku pernah merasakan tinggal di apartemen kumuh dan tidur di sofa. Tak itu saja, sang ayah bahkan tega pergi  meninggalkan dia dan ibunya.

"Apartemen itu sangat kotor. Kami punya beberapa jebakan untuk tikus karena memang banyak tikus di apartemen itu. Aku tak punya tempat tidur yang layak. Aku hanya tidur di sofa biru di kamarku. Kami juga tak punya apa-apa di kulkas, kecuali makanan untuk dibawa ke sekolah, seperti daging, makaroni, dan keju. Oleh sebab itu, aku ingin sekali berperan sebagai Oliver Twist," ujar pelantun lagu "Baby" ini.

Para penggemar Justin tentunya ingin sekali melihat idolanya ini tampil di layar lebar untuk memerankan Oliver Twist. Namun masalahnya adalah, Twist bukanlah orang Amerika. Maka dari itu, Justin harus bisa fasih beraksen Inggris.

Mengenai hal itu, Justin berkomentar, "Aku bisa melakukan aksen Inggris walaupun tak bisa terlalu fasih. Ketika aku melakukannya, malah kadang keluarnya jadi aksen Australia."

Kalau begitu, kita tunggu saja berita selanjutnya. Apakah para produser Hollywood mau merekrut idola remaja dunia ini sebagai Oliver Twist?

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau