Laporan yusuf supendi

PKS Harap KPK Bekerja Profesional

Kompas.com - 23/03/2011, 13:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja secara profesional dalam menindaklanjuti laporan pendiri PKS Yusuf Supendi terhadap dua elit PKS, Anis Matta dan Hilmi Aminuddin, yang diduga melakukan penggelapan dana kampanye milik partai pada Pilkada DKI Jakarta 2007 lalu. Pasalnya, menurut Hidayat, langkah Yusuf yang melaporkan ke KPK kurang tepat.

"Saya harap KPK bisa bekerja profesional dan mendudukkan persoalan yang sebenarnya karena mereka terkait dengan pejabat negara dan keuangan negara. Sedangkan Hilmi kan bukan pejabat negara. Jadi melaporkan beliau ke KPK tentu bukan langkah yang tepat," ungkapnya di Gedung DPR RI, Rabu (23/3/2011).

Selain itu, anggota Komisi I DPR RI ini mengatakan, dugaan penggelapan dana kampanye yang disebutkan oleh Yusuf masih bisa diperdebatkan. Alasan Yusuf tak cukup kuat. Pasalnya, si pemilik dana kampanye, Adang Daradjatun malah tak mempermasalahkannya.

"Tapi, apapun sekarang, bola ada di tangan KPK dan kita harapkan mereka bekerja profesional untuk menghadirkan kepastian hukum," tambahnya.

Mantan Ketua MPR RI ini juga menilai, munculnya isu poligami terlalu dipaksakan. Menurutnya, poligami bukanlah suatu hal yang mutlak dilarang di Indonesia. Lagipula, Anis Matta dan sejumlah elit PKS lainnya yang berpoligami sudah memperoleh izin untuk melakukannya sesuai dengan ketentuan internal PKS untuk berpoligami. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau