Ibis Singapura Jaring Wisatawan RI

Kompas.com - 23/03/2011, 16:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Satu lagi hotel baru yang bisa menjadi pilihan wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Singapura. Untuk mereka yang menyasar hotel kelas ekonomi berbintang tiga, Ibis Hotel, jaringan Grup Accor, menghadirkan opsi baru selain Ibis Bencoolen.

Hotel terbaru bernama Ibis Singapore Novena ini hadir di wilayah Novena, kawasan utara Singapura, yang terkenal sebagai pusat medis di negara kota tersebut.

"Berwisata ke Singapura sudah menjadi tren tersendiri bagi warga Indonesia, baik untuk mengisi liburan maupun medical check-up," tutur Adi Satria, Direktur Regional Sales, Marketing Distribution Malaysia-Indonesia-Singapore Accor Group, saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Rabu (23/3/2011).

Pilihan lokasi ini sangat ideal bagi para pengunjung dari Indonesia. Pasalnya, Ibis Novena berdekatan dengan tempat-tempat wisata favorit WNI, seperti Orchard Road, Marina Bay, City Hall, Universal Studios Sentosa, hingga Little India.

"Orchard Road cuma 8 menit dari Ibis Novena, Newton Circus 5 menit, City Hall 15 menit, dan Marina Bay 20 menit," papar Adi.

Urusan wisata shopping pun sangat mudah dijangkau dari Ibis Novena. Dua pusat perbelanjaan modern, yakni Novena Square Shopping Mall/Velocity dan Square 2, masing-masing bisa ditempuh dalam waktu 2 menit berkendaraan.

"Apalagi untuk urusan medis. Novena merupakan pusat medis di Singapura. Jadi, untuk keperluan general check-up hingga perawatan sangat mudah dijangkau dari Ibis Novena," tandasnya.

Tren pemeriksaan dan perawatan medis di Singapura sudah lazim bagi sebagian kalangan di kota-kota besar Tanah Air. Peluang itulah yang juga dibidik Accor Group dalam pemilihan lokasi di kawasan Novena. Ada 6 rumah sakit dan pusat kesehatan berstandar internasional di wilayah Novena yang bisa diakses dalam waktu antara 2-5 menit berkendaraan dari hotel Ibis.

"Sebenarnya sejumlah perusahaan migas yang punya kantor di Indonesia kerap mengirimkan stafnya untuk pemeriksaan medis lengkap di beberapa rumah sakit yang ada di Novena," ungkap Adi merujuk sejumlah informasi yang diperolehnya. Selain itu, sejumlah perusahaan Indonesia memiliki kantor cabang di Singapura yang terletak di wilayah tersebut.

Kemudahan akses transportasi pun menjadi nilai lebih Ibis Novena. Ada dua stasiun MRT di wilayah tersebut, salah satu diantaranya dapat ditempuh dengan berjalan kaki kurang dari 10 menit. Selain itu, Ibis Novena pun dapat dicapai dari Bandara Changi dalam waktu 20 menit.

Karena alasan-alasan itu, ia optimis dapat menjaring banyak WNI yang berkunjung ke negara pulau itu. "Ibis sudah punya nama di kalangan warga Indonesia yang pernah berkunjung ke Singapura. Dari 11.500 fans Ibis di Facebook, 55 persen diantaranya berasal dari Indonesia," kata Adi menyodorkan bukti.

Ia berani menargetkan, hotel berkapasitas 241 kamar itu akan bisa mencapai tingkat keterisian (okupansi) 85 persen pada bulan pertama, dan di atas 80 persen untuk target sepanjang tahun.

Dari tingkat okupansi tersebut, Adi memperkirakan sekitar 50-55 persen penginap akan berasal dari Indonesia. Ini menempatkan wisatawan WNI sebagai target utama, di atas wisatawan Australia yang ditargetkan sekitar 20-25 persen.

Satu fasilitas khusus pun disediakan Ibis Novena yang diperkirakan akan memancing minat warga Indonesia. "Orang Indonesia kan gemar online, berkomunikasi lewat situs jejaring sosial. Nah, Ibis Novena menyediakan fasilitas Wi-Fi di seluruh area Hotel, termasuk kamar tidur," kata Adi.

Selain itu, Ibis Novena yang akan resmi dibuka pada 2 April 2011 termasuk generasi baru hotel Ibis telah dilengkapi dengan fasilitas yang nyaman tapi berkelas. Desain kamar tidur yang lebih modern, fresh, dan minimalis, fasilitas bar, hingga satu-satunya restoran hotel di Singapura yang menyediakan makanan berlabel halal menjadi nilai tambahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau