Cuaca Buruk di Perairan Sultra

Kompas.com - 23/03/2011, 18:23 WIB

KENDARI, KOMPAS.com — Selama tiga hari ke depan, Stasiun Meteorologi Maritim Kendari memprediksikan cuaca buruk di perairan selatan Sulawesi Tenggara. Pelayaran umum pun diminta waspada karena tinggi gelombang bisa mencapai dua meter dengan disertai hujan petir.

”Untuk kapal-kapal besar memang tidak terlalu bermasalah, namun harus meningkatkan kewaspadaan. Tapi, untuk kapal berukuran kecil, hal ini bisa membahayakan,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim BMKG Kendari Natsir, Rabu (23/3/2011).

Cuaca buruk dengan gelombang tinggi itu kemungkinan terjadi di laut lepas di sekitar wilayah selatan Kepulauan Wakatobi. Adapun perairan Selat Buton dan sekitarnya relatif aman dari terjangan cuaca buruk.

”Kondisi itu disebabkan adanya fenomena kumpulan angin yang memanjang dari Laut Jawa hingga Laut Arafuru yang mempengaruhi cuaca di perairan selatan Sultra. Kumpulan angin itu akan berlangsung setidaknya hingga 25 Maret ini,” ujar Natsir.

Tingginya kecepatan angin membuat gelombang laut ikut tinggi. Namun, karena prediksi maksimal gelombang setinggi dua meter, BMKG belum merasa perlu untuk mengeluarkan peringatan dini. ”Jika ada indikasi gelombang bisa mencapai di atas dua meter, baru kami mengeluarkan peringatan dini bahaya pelayaran,” ujar Natsir.

Ditemui secara terpisah, Kepala Seksi Penjagaan dan Penyelamatan Administratur Pelabuhan Nusantara Kendari Patahuddin Rombo menyatakan, meski ada prediksi cuaca buruk, aktivitas pelayaran, khususnya ke Wakatobi, tidak ditangguhkan.

”Selain dari BMKG, kami juga mengandalkan informasi dari para nakhoda kapal karena mereka yang mengetahui kondisi langsung di lapangan. Sejauh ini, informasi dari nakhoda menyatakan kondisi masih kondusif untuk pelayaran,” kata Patahuddin.

Pelayaran dari Kendari menuju Wakatobi beroperasi lima kali seminggu. Namun, Patahuddin menambahkan, jika tinggi gelombang berkisar 2-3 meter, pihaknya menyampaikan kepada para nakhoda kapal untuk meningkatkan kewaspadaan.

”Kalau memang ada informasi gelombang membahayakan, tentu kami akan menangguhkan pelayaran,” katanya. Namun, selama musim cuaca buruk tahun ini, Patahuddin mengatakan pihaknya belum pernah sekalipun harus menangguhkan pelayaran.

BMKG Kendari memprediksi seluruh rangkaian cuaca buruk sejak akhir tahun lalu akibat pengaruh iklim El Nino yang baru akan reda pada April dan Mei mendatang. ”Diperkirakan, musim kemarau baru akan terjadi pada bulan Juni,” ujar Natsir.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau