Teror Bom Tak Pengaruhi Kunjungan Wisata

Kompas.com - 23/03/2011, 18:28 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Teror bom yang terjadi di beberapa tempat di Indonesia tidak berpengaruh terhadap kunjungan wisata. "Hal itu disebabkan kondisi Indonesia sesungguhnya memang aman dan nyaman untuk dikunjungi wisatawan," kata Sekjen Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Wardiyatmo di sela Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Kebudayaan dan Pariwisata Tahun Anggaran 2012, di Yogyakarta, Rabu (23/3/2011).

Menurut Wardiyatmo, teror bom itu hanya terjadi di beberapa tempat, sedangkan wilayah Indonesia sangat luas, dan obyek wisatanya pun sangat bervarisasi. Dengan adanya teror bom akhir-akhir ini, belum ada pembatalan kunjungan wisata. "Oleh karena itu, setiap perkembangan yang terjadi harus diinformasikan kepada pasar sehingga pasar mengetahui kondisi yang sesungguhnya," katanya.

Wardiyatmo mengatakan, berdasarkan data yang ada, wisatawan dari Singapura, Malaysia, dan Jepang tidak terpengaruh dengan adanya teror bom.

Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tazbir mengatakan, kunjungan wisata akan terpengaruh dengan adanya teror bom jika berita itu terlalu dibesar-besarkan. "Berita teror bom yang dibesar-besarkan akan menjadikan orang takut ke Yogyakarta. Oleh karena itu, berita mengenai teror bom hendaknya disampaikan secara proporsional," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau