Komodo

Tiga Komodo Itu Diduga Dijual 120 Juta

Kompas.com - 23/03/2011, 19:48 WIB

MALANG, KOMPAS.com — Hilangnya tiga komodo (Varanus komodoensis) di KB Surabaya diduga karena dicuri dan dijual di pasar gelap. Sebab, harga komodo di pasar gelap itu mencapai Rp 40 juta per ekor.

Hal tersebut dikatakan Ketua Lembaga Pelestarian dan Perlindungan Satwa Liar, ProFauna Indonesia, Rosek Nursahid, di Malang, Rabu (23/3/2011).

"Karena harga jual komodo di pasar gelap sangat mahal, dan diperkirakan mencapai Rp 40 juta per ekornya," ujar Rosek dalam keterangan persnya.

Hasil investigasi ProFauna, seekor anak komodo pada tahun 2007 dijual seharga Rp 20 hingga Rp 30 juta, dan perdagangan biasanya terjadi di Pasar Burung Pramuka, Jakarta.

Meski demikian, Rosek meminta agar kepolisian serius menyelidiki kasus ini dan mengantisipasi adanya kasus perdagangan ilegal satwa lain yang dilindungi.

"Dalam Pasal 21 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi SDA Hayati dan Ekosistemnya sudah jelas disebutkan bahwa setiap orang dilarang menangkap, membunuh, memelihara atau memperjualbelikan satwa yang dilindungi," katanya.

Jika ada pihak yang melanggar, akan dikenakan hukuman penjara maksimal lima tahun dan didenda maksimal Rp 100 juta. "Kami minta aparat kepolisian menegakkan pasal itu, dan jangan tinggal diam," ujarnya.

Sebelumnya, tiga ekor komodo di KBS dilaporkan hilang secara misterius sejak awal Maret 2011.

Petugas dari bagian Humas KBS, Agus Supangkat, mengatakan, hilangnya satwa langka ini pertama kali diketahui sejak 1 Maret lalu sebanyak satu ekor dan pada 5 Maret bertambah dua ekor, hingga total komodo yang hilang menjadi tiga ekor.

"Atas hilangnya tiga satwa itu, kami telah melaporkannya kepada pihak kepolisian," katanya.

Menurutnya, ada beberapa kemungkinan penyebab hilangnya tiga satwa langka itu, di antaranya karena dicuri orang, dimakan oleh predator lain, atau melompat pagar pembatas.

Diketahui, total komodo yang dimiliki KBS sebanyak 56 ekor. Dari jumlah itu, yang berumur satu tahun sebanyak 21 ekor. Namun, karena hilang tiga, ini menyebabkan jumlah komodo yang berumur satu tahun tinggal 18 ekor.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau