Dana bos 2011

ICW: "Sebaiknya Mendiknas Minta Maaf"

Kompas.com - 23/03/2011, 20:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia Corruption Watch (ICW) mengharapkan Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh sebaiknya mengakui kesalahannya dalam mengubah mekanisme penyaluran dana bantuan operasional sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2011. Perubahan tersebut terbukti telah menjadi pemicu awal kekisruhan pengelolaan dana BOS.

"Mendiknas sebaiknya jangan berlindung di balik semantik-redaksional permen yang dibuatnya sendiri," ujar Koordinator Divisi Monitoring Pelayanan Publik ICW Febri Hendri kepada Kompas.com, Rabu (23/3/2011).

Febri mengungkapkan, bagi seorang menteri, mengakui kesalahan lebih bijak dibanding menimpakan kesalahan kepada orang lain, terutama pemerintah daerah.

"Kasihan sekolah, guru, murid, dan orang tua yang tidak mendapatkan hak-hak pendidikannya karena dana pendidikannya tidak kunjung sampai ke sekolah," lanjut Febri.

Sebelumnya diberitakan, ICW menilai bahwa penetapan Permendiknas No 37 Tahun 2010 yang mengatur dana BOS sebagai sebuah kelalaian. Menteri Pendidikan Nasional dan jajarannya dinilai ICW telah lalai mempertimbangkan kondisi aktual politik anggaran dan politik birokrasi daerah dalam menetapkan peraturan tersebut.

Akibatnya, ratusan ribu sekolah mengalami gangguan pelayanan publik. Mereka mengurangi bahkan menghentikan sebagian progam sekolah karena dana BOS belum kunjung cair.

"Guru terutama guru honorer dilanda kecemasan karena mengurangi honor. Bahkan, orang tua murid juga dihantui diminta dana oleh pihak sekolah untuk mengatasi keterlambatan tersebut," kata Koordinator Divisi Monitoring Pelayanan Publik ICW Febri Hendri di Jakarta, Rabu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau