JAKARTA, KOMPAS.com — Perkembangan ritel di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan jumlah anggota Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo) yang semakin bertambah dari 340 tahun 2008 menjadi 510 pada 2010.
Peningkatan anggota juga diikuti dengan peningkatan gerai yang mencapai 85 persen, dengan peningkatan jumlah gerai dari 7.000 tahun 2008 menjadi 13.000 gerai pada 2010. Bahkan, peningkatan mencapai 65 persen dari Rp 60 triliun menjadi Rp 100 triliun.
"Kita lihat pertumbuhan (ritel) yang fantastis. Ritel itu dinamikanya sangat cepat. Oleh sebab itu, dari sisi pegawai, dari sisi suplier, sebab itu ada 1,2 juta pegawai yang bergabung di Aprindo," jelas Ketua Benjamin J Mailool di Jakarta, Rabu (23/3/2011).
Perkembangan ritel yang begitu pesat diyakini Benjamin karena peritel lebih tahan krisis. Dan, karena 95 persen produk merupakan produk dalam negeri, kejadian bencana alam Jepang tidak berpengaruh. "Tsunami di Jepang tidak ada pengaruhnya karena kita punya sumberdaya berkelanjutan dari dalam negeri," tuturnya.
Menurutnya, pertumbuhan ritel akan bertambah pesat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk. "Menurut saya tidak bisa dihindari akan menuju 150 ritel per satu juta penduduk. Saya lihat pertumbuhan per tahun ada 20 persen," jelasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang