Tangkal Radikal Bebas dengan Blewah

Kompas.com - 24/03/2011, 14:38 WIB

KOMPAS.com — Buah yang tergolong keluarga melon ini tak cuma nikmat untuk melepas dahaga. Blewah juga menyimpan banyak khasiat, di antaranya memelihara jantung, mencegah kanker, dan meredam demam.

Blewah atau melon air (Cucumis melo cantalupensis) adalah tanaman semak yang tumbuh merambat. Kulitnya berbintil-bintil dan dagingnya berwarna oranye. Blewah terdiri dari beberapa jenis, seperti ambroisa, bushwopper, minnesota, oval chaca, dan blewah manis yang tahan terhadap musim panas, kemarau, dan jamur bubuk. Untuk menghasilkan buah yang manis, tanaman ini memang perlu musim panas yang panjang.

Tinggi beta-karoten

Mungkin karena kurang enak jika dikonsumsi begitu saja, seperti halnya melon, blewah bukan termasuk buah yang dimakan sehari-hari. Padahal, kandungan nutrisi yang dimiliki  sangat bervariasi.

Menurut artikel dalam situs nutrifax disebutkan, semangkuk blewah mengandung, antara lain, 3,1 mg beta-karoten; 68 mg vitamin C; 1,3 mg serat; 13 mg karbohidrat, 494 mg potasium; dan 14 mg sodium. Di samping itu, unsur kalsium, fosfor, zat besi, niasin, protein, lemak tak jenuh ganda juga dapat diperoleh dari blewah.

Sementara itu, dalam The Journal of Food Science ditulis bahwa dalam 100 gr blewah rata-rata berisi 12,69 mg magnesium; 0,03 mg mangan; 0,05 mg tembaga; 0,10 mg seng; 0,003 mg kobalt; dan 0,005 mg krom.

Mengingat kadar beta-karoten yang cukup tinggi, buah ini baik jika digunakan untuk menangkal radikal bebas yang merupakan salah satu penyebab penyakit jantung dan kanker.

Dalam panduan RDA (Recommended Dietary Allowance), terdapat anjuran agar kita mengonsumsi beta-karoten sekitar 5-6 mg per hari untuk memelihara kesehatan jantung. Merujuk saran itu, kiranya kita tak butuh langkah rumit untuk mendapatkan asupan beta-karoten. Kita cukup mengonsumsi blewah secara rutin dan jantung pun akan tetap sehat terawat.   

Sepuluh besar

Nutrifax juga mengungkapkan, blewah masuk dalam daftar 10 besar buah dan sayuran pencegah kanker. Ke-10 buah dan sayuran itu adalah brokoli, blewah, wortel, kangkung, mangga, labu, cabe merah, bayam, strawberi, dan kentang manis. Blewah merupakan sumber vitamin C dan A yang sangat baik. Sesuai panduan RDA, kita disarankan mengonsumsi vitamin C paling tidak 60 mg per hari untuk melindungi tubuh dari risiko kanker.

Vitamin C juga berguna untuk menyempurnakan penyerapan zat besi yang berasal dari suplemen atau sumber zat besi selain daging. Maka, bagi ibu hamil yang umumnya mengalami anemia, mengonsumsi blewah merupakan pilihan pintar.

Blewah ternyata juga bisa diberdayakan untuk mengusir jerawat. Dalam tugas ini, dia tidak bekerja sendiri. Untuk menyembuhkan jerawat, terutama yang disebabkan gangguan hormon, perlu adanya essential fatty acids (EFAs) dan asam gamma linoleic acids (GLAs). Keduanya bekerja sama untuk mengatur kembali hormon yang terganggu. Mereka juga menurunkan produksi sebum sehingga melenyapkan sumbatan pada pori-pori kulit.

GLAs, tulis situs tersebut, bisa didapat dari sayuran berwarna hijau dan kuning, blewah, serta telur. Dia juga menganjurkan untuk mengonsumsi blewah tiga kali seminggu. Adapun kebutuhan EPAs bisa dipenuhi dari suplemen.

Dalam Ensiklopedi Juice Buah & Sayur Untuk Penyembuhan dinyatakan bahwa blewah juga berguna untuk mengatasi radang usus. Dijelaskan pula, penyakit crohn atau radang usus regional (autoimmunedisorder) merupakan kondisi kronis yang ditandai peradangan di bawah usus kecil atau di usus besar.

Blewah sangat kaya akan beta-karoten, pro-vitamin A, juga magnesium, mangan, seng, dan krom. Semua unsur itu berguna untuk mengurangi peradangan dan memulihkan luka pada jaringan mukosal secara efektif dan alami.

Perut mulas bisa disebabkan oleh rasa khawatir berlebihan, makan tergesa-gesa tanpa dikunyah sampai halus, makanan yang mengandung banyak bumbu, mengonsumsi alkohol, obat-obatan, atau penimbunan gas pada usus. Jika Anda mengalami keluhan semacam itu, minumlah jus blewah. Gula alami dan enzim yang dikandungnya berfungsi membantu penyerapan pada usus, sehingga semua keluhan itu pun teratasi. @ Endang Saptorini

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau