Demi Tahu Pong Semarang, Rela Antre...

Kompas.com - 24/03/2011, 15:52 WIB

KOMPAS.com — Tahu pong adalah salah satu makanan khas dari Kota Semarang, Jawa Tengah. Namun, kita nggak perlu jauh-jauh pergi ke Semarang untuk makan tahu ini karena di Jakarta pun ada penjual tahu pong yang enak. Kelezatan tahu pong di Jalan Hayam Wuruk ini sudah lumayan terkenal. Setiap kali melewati Jalan Hayam Wuruk atau seberang Carrefour Duta Merlin, tempat ini tidak pernah sepi, selalu saja ada mobil berderet-deret di depan Tahu Pong Semarang.

Akhirnya, kami coba juga si tahu pong ini, dan kami harus menunggu dulu sekian menit untuk mendapatkan tempat duduk. Menurut tukang parkir di situ, tahu pong ini memang selalu penuh.... Jadi, ya, kami harus rela mengantre sebentar. Tempat pinggiran kaki lima yang lumayan luas, tetapi selalu ramai pengunjung, hebat lho. Bahkan, semakin malam semakin ramai saja di sini. Setelah dapat tempat duduk, kami pun pesan tahu pong gimbal, ayam kalasan, dan soto kudus.

Yang pertama datang adalah soto kudus dan tahu pongnya. Soto kudus ala tahu pong ini berkuah bening dan rasanya segar karena diberi campuran air jeruk nipis. Enak lho, lezat. Nah, sekarang kita coba tahu pongnya, Tahunya gendut-gendut, tetapi begitu dimakan langsung kempes... ha-ha-ha.... Namanya juga tahu pong alias kopong.

Menurut saya, ini enaknya dimakan dalam keadaan panas. Rasa tahunya enak dan lembut dalamnya. Dicelup bumbu kuahnya dulu, ya, supaya lebih mantap rasanya. Bahkan, kalau anda suka lobak, anda bisa menambahkan irisan lobak ke dalam bumbu kuah tahu tadi. Tahu pong di sini ditawarkan dalam paket tahu pong saja, tahu pong gimbal, tahu emplek, tahu pong emplek gimbal, atau mau yang komplit juga bisa, yaitu tahu pong emplek gimbal telur. Gimbal itu mirip seperti bakwan, sedangkan emplek itu tahu yang padat, tidak kosong seperti tahu pong.

Berikutnya adalah ayam kalasan. Rasa ayam kalasannya juga tidak kalah enak dengan tahu pong yang menjadi andalan di sini. Rasa gurih manisnya meresap sampai ke dalam, pas banget deh rasanya. Di sini juga ada lumpia semarang dan bandeng presto. Memang semua yang disajikan khas makanan dari Kota Semarang dan sekitarnya.

Tahu Pong Hayam Wuruk memang mantap sekali rasanya. Sayang sekali, mereka hanya berjualan dari pukul enam sore sampai pukul sepuluh malam. O iya, kami perhatikan juga orang-orang yang makan tahu pong ini, bisa habis sampai 1 porsi untuk  per orang lho, ck-ck-ck... tapi memang enak sih, jadi ya wajar saja, kan. Jadi yang belum pernah mencicipi kelezatan tahu pong dan ayam kalasan Hayam Wuruk ini, cobain deh... nggak akan nyesel. Selain enak, harganya pun sangat terjangkau. (Ita)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau