Teror bom

Siapa "Iseng", Tindak Tegas!

Kompas.com - 24/03/2011, 18:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pihak kepolisian menegaskan, akan menindak tegas siapa saja yang memanfaatkan situasi dengan melakukan keisengan terkait teror bom. Meskipun demikian, kepolisian tetap terbuka menerima laporan masyarakat mengenai paket mencurigakan yang ditemukan.

”Patut diduga ada kelompok-kelompok iseng yang karena ada masalah pribadi, kemudian ikut-ikutan memanfaatkan momen yang terjadi tanggal 15 Maret lalu itu. Masyarakat luas kita harap tidak jadikan peristiwa ini untuk main-main atau katakanlah coba-coba iseng. Tindakan ini dapat dikategorikan melanggar hukum,” ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Kamis, (24/03/2011).

Menurut Boy, bagi para pelaku iseng membuat paket serupa bom akan dikenai Pasal 7  Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Sanksi penjara bagi pelaku iseng mencapai 14 tahun penjara.

”Dulu kami pernah menindak pelaku teror bom melalui SMS (pesan singkat). Itu juga dikenai Pasal 7 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme. Dengan kesadaran publik yang meningkat untuk melapor, kami juga bisa menjaring orang-orang yang berlaku iseng,” kata Boy.

Menurut Boy, tindakan iseng orang-orang tidak bertanggung jawab tersebut bisa semakin menambah keresahan masyarakat yang panik karena peristiwa bom buku.

Setelah dikirimkannya paket teror kepada empat orang, yaitu Ulil Abshar Abdala, Gories Mere, Ahmad Dhani, dan Yapto Soerjosoemarno, polisi banyak menerima laporan dari masyarakat tentang adanya paket-paket mencurigakan di sejumlah daerah. Namun, tak ada yang berbahan peledak seperti paket-paket sebelumnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau