Tki di arab saudi

SBY Minta TKI Bermasalah Dipulangkan

Kompas.com - 24/03/2011, 18:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar para tenaga kerja Indonesia (TKI) bermasalah yang berada di Arab Saudi segera dipulangkan. Para TKI yang bermasalah tersebut, misalnya, mereka yang menetap di Arab Saudi setelah menjalankan ibadah. Umumnya mereka bekerja tanpa mengantongi izin. Presiden meminta pemulangan mereka dilakukan melalui kebijakan yang tepat.

"Di satu sisi, ada misi kemanusiaan. Tidak baik ada puluhan ribu WNI yang sekarang dianggap bermasalah. Tetapi di sisi lain, karena ini berbeda dengan kasus pemulangan WNI di Tunisia, Libya ,dan Jepang, kebijakan dan langkah-langkah kita harus tepat sehingga tidak menimbulkan apa yang disebut moral hazard. Panduan inilah yang harus kita pilih dengan tepat," kata Presiden ketika membuka Sidang Kabinet di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (24/3/2011).

Secara terpisah, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengatakan, pihaknya tengah mengusahakan pemulangan TKI bermasalah. Saat ini sudah ada lima kloter dengan jumlah TKI yang sudah berhasil dipulangkan mencapai sekitar 1.750 orang.

Dalam melakukan pemulangan, Cak Imin, demikian Muhaimin akrab disapa, mengatakan, pemerintah berhati-hati melakukannya. Pasalnya, ada TKI bermasalah yang sebenarnya memiliki kemampuan untuk kembali ke Tanah Air dengan biaya sendiri.

Ia mengatakan, Kemnakertrans tak ingin menghambur-hamburkan uang negara dengan memulangkan TKI yang memiliki kemampuan. Saat ini Kemnakertrans belum memiliki data mengenai TKI bermasalah yang sebenarnya memiliki kemampuan untuk kembali dengan biaya sendiri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau