Induk dan Anak Gajah Berhasil Dievakuasi

Kompas.com - 24/03/2011, 20:35 WIB

PINGGIR, KOMPAS.com - Masyarakat dan petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau kesulitan mengevakuasi kawanan gajah yang memblokir jalan di Perumahan Cendana, Desa Balai Raja, Kecamatan Pinggir, Bengkalis, Riau.

Masyarakat dan petugas berjaga sejak Rabu malam untuk mengevakuasi gajah ke hutan yang terdapat di belakang perumahan guru tersebut.

"Bahkan semalam saya dan petugas tidak tidur. Memantau terus induk dan anak gajah tersebut agar tidak ke jalan raya," ujar salah seorang warga, Ayang Basri di Pinggir, Kamis (24/3/2011).

Pagi ini saja, kedua gajah tersebut mengelilingi komplek perumahan dan sempat ke jalan raya dan membuat kemacetan hingga setengah jam.

"Saat ini kedua gajah terus digiring agar menuju rawa yang ada di hutan belakang perumahan ini. Selain itu, kita juga meminta petugas pemadam kebakaran untuk menyemprotkan air agar gajah tidak lemas," katanya.

Masyarakat juga bahu membahu memberi makan dan menyiramkan air ke tubuh gajah. Untuk makanannya, berasal dari sumbangan warga perumahan Cendana.

"Sejak Rabu siang, warga memberi makan kedua gajah itu seperti semangka, batang pisang maupun nenas," katanya.

Kepala Wilayah III BBKSDA Riau, Hutomo, menyebutkan penanganan yang dilakukan sama dengan yang dilakukan pada gajah liar lainnya.

"Gajah itu akan dievakuasi ke hutan belakang perumahan. Dalam kasus ini, kita menggunakan flying squad, cukup dengan petugas yang ada. Walaupun agak kesulitan dalam mengevakuasinya," kata Hutomo.

Sebelumnya, pihaknya telah memberikan suplemen dan meminumkan air kelapa untuk memulihkan kondisi induk gajah yang sedang sakit.

Menurutnya, kondisi induk gajah itu sudah lebih baik, dibandingkan Rabu lalu. Meskipun gajah itu mengalami sakit dibagian tenggorokan.

"Kita berharap dalam waktu dekat segera pulih. Dan gajah kembali bersama kawanannya yang berjumlah 40 ekor itu," katanya.

Kedua gajah liar tersebut terlepas dari kawanannya sejak dua pekan lalu. Sebelumnya induk dan anak gajah memblokir jalan masuk ke perumahan guru Yayasan Cendana.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau