Akhirnya, Mobnas Tawon Diproduksi Juga

Kompas.com - 25/03/2011, 05:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mobil nasional, Tawon, siap diproduksi sebanyak 50 unit pada akhir Juli 2011. PT Tawon Mobil Industri selaku produsen Tawon mengaku bahwa proses perakitan saat ini sudah berjalan dan unit sudah memiliki izin untuk digunakan di jalan umum (on the road). Jika lancar, maka Tawon menjadi mobil nasional (mobnas) pertama di Indonesia yang diproduksi massal dengan segmentasi pasar menengah ke bawah.

Dewa Yuniardi, Direktur Pemasaran Tawon, mengatakan kepada Kompas.com, ada dua model yang diproduksi, yakni mobil penumpang (Tawon) dan komersial (Tawon Transformer). "Harga kedua model ini Rp 48 juta (Tawon) dan Rp 42 juta (Tawon Transformer) off the road. Pajak nanti mengikuti masing-masing daerah," ungkap Dewa.

Terkait strategi pemasaran, lanjut Dewa, Tawon akan menggarap segmen pasar yang belum tersentuh dengan konsentrasi di luar Jakarta. Selain itu, Tawon juga berusaha masuk ke segmen kendaraan angkutan umum mini, seperti bajaj di Jakarta.

"Kami lagi menjajaki kemungkinan itu dan tengah berbincang dengan pemerintah daerah, seperti Surabaya, sejumlah daerah di Jawa Tengah, Tangerang, dan Bekasi, untuk menciptakan kendaraan umum baru mirip bajaj di Jakarta," beber Dewa.

Tawon dibekali mesin 644 cc bertenaga 20,6 kW pada 5.300 rpm dan torsi 49 Nm pada 2.700-3.300 rpm. Sayangnya mesin ini belum memenuhi standar emisi Euro2 yang ditetapkan pemerintah. "Kalau yang bensin memang belum, tapi dengan bantuan alat konverter bahan bakar dari bensin ke gas, Euro2 sudah bisa dicapai," tambah Dewa.

Terkait masalah purnajual, lanjut Dewa, semua distribusi suku cadang Tawon langsung dipegang PT Tawon Mobil Industri. Untuk bengkel reparasi, Dewa mengaku hal itu belum perlu karena teknologi yang dibekali di Tawon masih konvensional sehingga mudah dalam hal perawatan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau