Warga resah

Gawat, Tanggul Marunda Terancam Jebol

Kompas.com - 25/03/2011, 09:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Warga yang bermukim di Kampung Marunda Pulo, RW 07, Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, belakangan ini diresahkan dengan kondisi tanggul yang berada tepat di pesisir pantai Marunda. Tanggul yang memisahkan pantai dengan permukiman warga itu kini kondisinya sangat memprihatinkan dan terancam jebol. Di beberapa bagian tanggul terlihat amblas. Jika kondisi ini terus dibiarkan, tentu saja permukiman warga terancam bakal tergenang.

Bagian tanggul yang amblas terdapat di empat titik, yakni di sisi timur amblas sedalam 1,5 meter dengan lebar hampir satu meter. Di tiga titik lainnya amblas dengan kedalaman sekitar 30 sentimeter dengan lebar hampir satu meter. Parahnya lagi, bagian tanggul yang mengalami amblas jaraknya berdekatan antara satu dan lainnya. Kondisi tersebut menjadi perhatian warga yang bermukim tak jauh dari tanggul.

Ketua RT 03 RW 07 Marunda Pulo Usmas mengatakan, bagian timur tanggul pembangunannya tidak kembali dilanjutkan karena terkendala masalah pembebasan lahan. Alhasil, celah-celah tanggul berbentuk lubang besar itu sangat mudah dimasuki air laut dan menggerus bagian tanggul yang menyebabkan tanggul rentan jebol.

Dijelaskan Usman, awalnya, lubang besar itu hanya berukuran kecil, yakni berdiameter 10 sentimeter. Namun, lama kelamaan lubang membesar sehingga bagian tanggul seperti amblas. “Agar tidak semakin besar, oleh warga lubang itu kemudian ditutupi dengan sampah,” ujar Usman, Kamis (24/3/2011).

Menanggapi hal itu, Kepala Sudin PU Tata Air Jakarta Utara Rifig Abdillah menuturkan akan mengecek ke lapangan dan segera melaporkannya ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI. “Kami segera melakukan pengecekan, secepatnya kami akan buat laporannya ke Dinas PU untuk dilakukan penanganan selanjutnya,” katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau