Sekolah swasta

Swasta Khawatir Tak Kebagian Murid

Kompas.com - 25/03/2011, 13:55 WIB

KENDAL, KOMPAS.com — Paguyuban Kepala Sekolah Swasta (PK2S) Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, meminta supaya penerimaan siswa baru yang dilakukan sekolah negeri diawasi secara ketat. Selama ini, sekolah negeri sering tidak mematuhi kuota yang sudah ditentukan. Jika sekolah negeri tidak membatasi penerimaan siswa baru, sekolah swasta terancam gulung tikar.

"Sekolah swasta di daerah Pegandon, Kendal, kini hanya memiliki satu kelas tiga karena tidak kebagian siswa," ujar Supari di Kendal, Jumat (25/3/2011). 

Supari mengatakan, pihaknya juga mengkritik bantuan pendidikan yang bersifat diskriminatif. Selama ini, nilai bantuan ke sekolah swasta sangat kecil dibandingkan dengan sekolah negeri.

Kepala Bidang Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kendal Dwiyanto mengatakan, dalam penerimaan siswa baru di sekolah negeri, pihaknya telah membatasi kuotanya. Satu kelas hanya dihuni siswa maksimal 40 anak. Jika ada sekolah yang mau menambah kelas karena kelebihan siswa baru harus mendapat izin dahulu dari dinas pendidikan.

"Semua sudah kami atur. Sekolah swasta jangan khawatir," kata Dwi.

Sementara itu, Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Budiyono mengatakan, saat penerimaan siswa baru, sekolah negeri harus menaati aturan yang ada. Hal itu agar sekolah-sekolah swasta bisa kebagian murid.

"Kami juga meminta kepada sekolah swasta agar bisa melengkapi fasilitasnya sehingga bisa menjadi tujuan siswa yang tidak diterima di sekolah negeri," kata Budiyono. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau