Penyakit Jantung Tak Kenal Usia

Kompas.com - 25/03/2011, 15:18 WIB

KOMPAS.com - Penyakit jantung ternyata bukan monopoli orang dewasa dan lanjut usia. Setiap tahunnya, sekitar 45.000 bayi lahir di Indonesia dengan kelainan jantung bawaan. Sebanyak 24.000 di antaranya memerlukan tindakan operasi pada tahun pertama hidupnya.

Dr.Poppy S.Roebiono, Sp.JP (K), ahli jantung anak dari RS.Harapan Kita Jakarta mengakui, sebagian dokter anak sulit mendiagnosa penyakit jantung bawaan (PJB). Selain karena kurang mempunyai informasi yang cukup tentang penyakit ini, jumlah dokter jantung anak di Indonesia juga sangat terbatas.

"Indonesia baru punya 45 dokter jantung anak. Bandingkan dengan Amerika Serikat yang berpenduduk 270 juta orang tapi punya 1.600 dokter jantung anak," katanya.

Salah satu kesulitan menegakkan diagnosa PJB, menurut dr.Poppy adalah karena tidak semua penderita menunjukkan gejala yang khas. Gejala PJB yang mudah terdeteksi adalah munculnya warna biru pada kuku, lidah, dan mulut anak. "Warna biru ini muncul karena darah kotor tercampur darah bersih dan terbawa darah mengalir ke seluruh tubuh," paparnya.

Penyakit jantung bawaan yang relatif sering diderita anak adalah bocor jantung dan kerusakan katup jantung atau sering disebut jantung rematik.

Walau tidak muncul ciri khas, namun menurut dr.Poppy ada beberapa gejala yang perlu diwaspadai sebagai kelainan jantung. "Anak yang punya kelainan jantung biasanya suka sesak napas, gampang sakit, berat badannya susah naik sehingga sering dikira kurang gizi," katanya.

Hingga saat ini, belum diketahui penyebab pasti PJB. Namun ada beberapa faktor risiko, seperti ibu hamil menderita hipertensi, konsumsi obat-obatan keras selama kehamilan, terpapar asap rokok atau karena faktor genetik. "Anak-anak down syndrome biasanya memiliki kelainan jantung bawaan," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau