Borobudur

Dua Tahun, Bersihkan Debu Merapi

Kompas.com - 26/03/2011, 08:06 WIB

MAGELANG, KOMPAS - Pembersihan abu vulkanik Gunung Merapi di Candi Borobudur Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, hingga kini belum tuntas dan butuh waktu dua tahun. Pembersihan awal sebatas bagian luar dan belum menyentuh bagian dalam susunan batu candi.

Kepala Balai Konservasi Peninggalan Borobudur (BKPB) Marsis Sutopo, Jumat (25/3/2011) di Magelang, mengatakan, abu vulkanik masih ada di celah-celah dinding drainase atau saluran air dan stupa candi. Kalau dibiarkan, abu vulkanik yang mengandung sulfur berpotensi membuat batu candi melapuk.

Untuk itu, pada 2011, BKPB mengagendakan pembersihan abu vulkanik di celah-celah dinding, drainase, dan stupa dengan dana Rp 268,9 juta. Pada tahun yang sama, BKPB mengadakan penelitian dampak abu vulkanik terhadap batu candi bekerja sama dengan ahli konservasi dari Amerika Serikat dan UNESCO.

Menurut Marsis, pembersihan abu vulkanik Gunung Merapi berbarengan dengan 100 tahun pemugaran Candi Borobudur. Waktu itu, ahli konservasi Belanda Theodor van Erp merampungkan pemugaran Candi Borobudur pada 1907-1911. ”BKPB ingin memaknai 100 tahun pemugaran Candi Borobudur dengan menghasilkan pengetahuan baru ilmu konservasi, yaitu dampak abu vulkanik pada batu candi dan langkah-langkah atau cara penanganannya,” kata Marsis.

Untuk itu, BKPB menyediakan dua lokasi percontohan susunan batu candi yang tetap dibiarkan terselimuti abu vulkanik Gunung Merapi.

Secara terpisah, ahli konservasi BKPB, Werdi, mengatakan, pembersihan abu vulkanik tersulit pada drainase. Drainase terletak di bawah lantai batu candi yang terdiri dari batu-batu candi yang ditata agak renggang, berjarak 4-6 sentimeter.

Abu vulkanik mengendap di drainase itu sehingga setiap celah saluran air harus dibersihkan dengan membongkar lantai candi. ”Dalam pembersihan itu, kami menemukan lantai candi yang sudah goyang sehingga harus diperkuat dengan timah hitam,” kata Werdi. (HEN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau