Honda Perpanjang Masa "Idle" Pabrik

Kompas.com - 26/03/2011, 09:29 WIB

TOKYO, KOMPAS.com -Bila prinsipal mobil di Jepang sudah mulai produksi, Honda Motor Company (HMC) justru memperpanjang masa "idle" pabrik dari hingga 3 April 2011. Kondisi ini mengancam pasokan beberapa model unggulan seperti Fit, CR-V dan Acura TSX ke Amerika Serikat.

Seperti dilansir leftlanenews, Honda juga berencana mengalihkan kegiatan riset dan pengembangan perusahaan yang berlokasi di Tochigi, karena masih rusak berat akibat goncangan gempa 9 skala richter. Perbaikan fasilitas ini diperkirakan bisa memakan waktu bulanan sehingga karyawan akan dialihkan ke beberapa lokasi lain di seluruh Jepang.

"Honda memutuskan mentransfer beberapa fungsi pengembangan produk mobil, pengembangan teknologi manufaktur dan teknik pembelian Honda ke beberapa lokasi seperti di Sayama, Suzuka dan Wako," tulis Honda dalam keterangan resminya. Meski produksi di Jepang masih ditunda, Honda di Amerika Utara dipastikan tak akan terpengaruh dalam jangka waktu pendek. Pasalnya, hampir seluruh pabrik Honda di Amerika pasokan komponen dipenuhi produsen di AS.

Di sisi lain, Nissan Motor Company mengatakan mulai melakukan kegiatan produksi sejak kemarin (24/3/2011) dengan memaksimalkan stok komponen yang tersedia. Prinsipal juga tengah mempelajari untuk merelokasi pasokan mesin VQ V6 dari pabarik Tennessee, AS ke Jepang karena sedikitnya 40 suplier dari Jepang masih dalam kondisi bermasalah.

Mazda juga sudah memproduksi beberapa model unggulan seperti CX-7 dan CX-9 meski stok komponen semakin tipis. Sedangkan Subaru menyatakan masih menunda produksi mulai sampai 28 Maret 2011 dan pabrik di Indiana, AS juga mulai mengurangi lembur.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau