Kongres pssi

Kongres PSSI Memanas!

Kompas.com - 26/03/2011, 15:15 WIB

PEKANBARU, KOMPAS.com — Kericuhan terjadi saat registrasi peserta kongres PSSI di Hotel The Premiere, Sabtu (26/3/2011). Beberapa pengurus pengprov dan klub protes karena nama mereka tak bisa didaftarkan. Situasi mulai "panas" setelah beberapa pemilik suara yang pro perubahan masuk ke ruang registrasi.

"Nugraha Besoes harus ke sini untuk menjelaskan semuanya!" tegas Ketua Umum Persiba Balikpapan Syahril HM Taher. "Kalau saya bisa registrasi, tapi banyak klub-klub yang ikut kongres di Bali, ternyata tidak ada namanya di dalam, malah dianulir. Ini, kan, jadi masalah. Ada lima atau enam klub yang tak ada namanya," katanya melanjutkan.

Sementara itu, Ketua Umum Perseba Bangkalan Imron Abdul Fatah mencak-mencak karena tak bisa registrasi. "Saya ketua umum, saya yang punya klub, masa saya enggak bisa registrasi!" kata Imron menandaskan.

Imron melanjutkan, PSSI mulai antipati kepadanya setelah ia membongkar kasus suap yang melibatkan salah satu petinggi PSSI, Iwan Budianto. Hingga berita ini diturunkan, keadaan masih "panas" di Hotel The Premiere, Pekanbaru, seiring kedatangan para pemilik suara yang pro perubahan. Di luar hotel sendiri, massa yang menuntut revolusi PSSI tak henti-hentinya melakukan unjuk rasa sejak tadi pagi. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau