Heboh lion air

Lion Air: Roy Suryo Salah Masuk Pesawat!

Kompas.com - 26/03/2011, 18:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pihak Lion Air menegaskan bahwa tidak ada kesalahan penomoran tempat duduk atau kasus kursi ganda (double seat) pada penerbangan tujuan Jakarta-Yogyakarta yang melibatkan anggota Komisi I DPR, Roy Suryo.

”Tidak ada kasus double seat. Beliau masuk pesawat memang di jam yang salah,” kata Humas Lion Air Edward Sirait di Jakarta, Sabtu (26/3/2011).

Edward menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Roy Suryo tercatat sebagai penumpang Lion Air tujuan Jakarta-Yogyakarta pada pukul 07.45. Akan tetapi, Roy Suryo masuk pesawat tujuan Jakarta-Yogyakarta yang berangkat lebih awal, yakni pukul 06.15.

”Beliau masuk ke pesawat yang jadwal terbangnya pukul 06.15, padahal beliau seharusnya masuk ke pesawat yang jadwal terbangnya pukul 07.45,” katanya.

Dia juga mengatakan, pihak Lion Air sebelum menaikkan penumpang ke pesawat telah memberi pengumuman di ruang tunggu mengenai nomor dan jam penerbangan.

”Kami tidak tahu pasti penyebabnya mengapa beliau bisa masuk di pesawat yang salah, mungkin saja beliau tidak memperhatikan pengumuman yang menyebutkan nomor dan jam penerbangan secara rinci,” katanya.

Edward juga menambahkan, petugas yang bertugas di pintu keberangkatan pada saat itu tidak mungkin memeriksa satu demi satu tiket penumpang secara rinci hingga ke nomor dan jam penerbangan.

”Petugas kami hanya memastikan tiket yang dimiliki beliau adalah tujuan Jakarta-Yogyakarta, namun tidak secara rinci hingga nomor penerbangan karena kondisi penumpang yang padat dan antrean yang cukup panjang sehingga tidak memungkinkan,” katanya.

Edward menjelaskan, sebenarnya kasus ini hanyalah kesalahpahaman yang tidak perlu dibesar-besarkan.

”Mungkin karena beliau kebetulan adalah anggota Dewan, maka kasus ini jadi perbincangan ramai di jejaring sosial,” katanya.

”Hanya saja, beliau masuk pesawat yang salah sehingga kami meminta beliau kembali ke ruang tunggu dan naik pesawat berikutnya,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Roy Suryo mengakui soal kehebohan berita di Twitter tentang dirinya di pesawat Lion Air pada Sabtu (26/3/2011) pagi. Namun, anggota Komisi I DPR ini membantah telah diusir pihak Lion Air dari pesawat yang ditumpanginya Sabtu pagi dan menyatakan peristiwa ini adalah kesalahan menerbitkan double seat oleh pihak Lion Air.

”Saya bahkan berdiri meminta maaf atas keterlambatan penerbangan tadi. Ini adalah kesalahan yang terjadi karena ada double seat. Memang ada penumpang yang marah, tapi akhirnya penumpang tepuk tangan karena saya meminta maaf kepada semua penumpang. Sekali lagi, saya tidak diusir dari pesawat,” kata Roy Suryo saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (26/3/2011) siang. 

Roy melanjutkan, akibat kesalahan double seat itu, ia mengaku tidak diusir dari pesawat, tetapi turun bersama istrinya. Pihak Lion Air, lanjut dia, saat itu juga langsung mencarikan pesawat pengganti untuk Roy dan istrinya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau