Pemerintah Ikut Turun Tangan

Kompas.com - 27/03/2011, 03:36 WIB

Semarang, Kompas - Menteri Pemuda dan Olahraga Andi A Mallarangeng meminta para pengurus dan anggota PSSI mengutamakan kepentingan nasional selama mengadakan kongres. Dia menegaskan, pemerintah tidak segan-segan untuk turun tangan jika ada penyimpangan dalam kongres.

”Saya mengingatkan anggota dan pengurus PSSI agar dalam melaksanakan kongres memerhatikan kepentingan sepak bola nasional dan kepentingan organisasi PSSI. Bukan kepentingan segelintir orang,” kata Andi, Sabtu (26/3) di Semarang, Jawa Tengah.

Dia juga mengingatkan, pengurus serta anggota PSSI supaya melaksanakan kongres dengan transparan, jujur, adil, demokratis, dan penuh sportivitas yang merupakan ciri semangat olahraga. ”Jadi, hasil kongres betul- betul terasa dimiliki seluruh masyarakat pencinta bola di segenap penjuru Indonesia,” ujar Andi.

Dia menyatakan, jika ada penyimpangan dalam kongres, pemerintah akan turun tangan. ”Undang-undang jelas memberikan kewenangan kepada pemerintah untuk membina, mengembangkan, dan mengawasi organisasi keolahragaan di Indonesia, termasuk PSSI,” ujar Andi.

Jumat lalu, para pemain tim nasional Indonesia galau dengan kekisruhan berlarut-larut di tubuh PSSI. Mereka prihatin dengan kondisi itu dan meredupnya prestasi timnas. Bahkan, tim negara-negara lain, termasuk negara di kawasan Asia Tenggara, kini dapat mengalahkan timnas. Padahal, di tingkat regional Asia Tenggara, dulu timnas disegani.

Mereka menilai, PSSI di bawah kepemimpinan Nurdin Halid terbukti lebih banyak diwarnai kegagalan.

”Ketika Azwar Anas memimpin PSSI, timnas gagal dia langsung mundur. Saat itu, Azwar Anas menjadi Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat,” kata Berty Tutuarima, pemain timnas 1980-1990. (ATO/TIA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau