Semarang, Kompas -
”Saya mengingatkan anggota dan pengurus PSSI agar dalam melaksanakan kongres memerhatikan kepentingan sepak bola nasional dan kepentingan organisasi PSSI. Bukan kepentingan segelintir orang,” kata Andi, Sabtu (26/3) di Semarang, Jawa Tengah.
Dia juga mengingatkan, pengurus serta anggota PSSI supaya melaksanakan kongres dengan transparan, jujur, adil, demokratis, dan penuh sportivitas yang merupakan ciri semangat olahraga. ”Jadi, hasil kongres betul- betul terasa dimiliki seluruh masyarakat pencinta bola di segenap penjuru Indonesia,” ujar Andi.
Dia menyatakan, jika ada penyimpangan dalam kongres, pemerintah akan turun tangan. ”Undang-undang jelas memberikan kewenangan kepada pemerintah untuk membina, mengembangkan, dan mengawasi organisasi keolahragaan di Indonesia, termasuk PSSI,” ujar Andi.
Jumat lalu, para pemain tim nasional Indonesia galau dengan kekisruhan berlarut-larut di tubuh PSSI. Mereka prihatin dengan kondisi itu dan meredupnya prestasi timnas. Bahkan, tim negara-negara lain, termasuk negara di kawasan Asia Tenggara, kini dapat mengalahkan timnas. Padahal, di tingkat regional Asia Tenggara, dulu timnas disegani.
Mereka menilai, PSSI di bawah kepemimpinan Nurdin Halid terbukti lebih banyak diwarnai kegagalan.
”Ketika Azwar Anas memimpin PSSI, timnas gagal dia langsung mundur. Saat itu, Azwar Anas menjadi Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat,” kata Berty Tutuarima, pemain timnas 1980-1990.