Tanda Solidaritas Warga untuk Jepang

Kompas.com - 27/03/2011, 13:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebuah papan berkanvas putih dengan lingkaran merah di tengahnya terpampang di depan Kedutaan Besar Jepang, Jalan Thamrin, Jakarta, Minggu (27/3/2011). Papan berlambang bendera Jepang itu menjadi wadah masyarakat Indonesia menyampaikan simpatinya atas bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Jepang, awal Maret lalu.

Sejumlah warga yang melintas di Jalan Thamrin pagi tadi mampir untuk membubuhkan tanda tangan sekaligus ucapan simpatinya di papan tersebut. Selain membubuhkan ucapan simpati, sejumlah warga juga turut menyanyikan lagu semangat untuk Jepang bersama Duta Besar Jepang Kojiro Shiojiri.

Seorang warga, Putra (32), mengaku terpanggil untuk memberi dukungan semangat kepada Jepang karena merasa memiliki ikatan dengan Negeri Sakura itu. Terlebih sebagai warga Aceh, Putra turut merasakan bantuan Jepang saat Aceh diterjang tsunami.

"Dari saya, dan semua WNI untuk berdoa supaya kebih kuat, lebih bangkit. Jepang harus segera bangkit," katanya.

Demikian juga dengan Ade (28). Ia sengaja berangkat dari rumahnya di Tangerang pukul 06.00 untuk mengikuti acara INA4JPN yang menghimpun kepedulian warga untuk Jepang itu. "Karena saya peduli, soalnya dulu pernah kerja di perusahan Jepang," kata Ade yang datang dengan kedua temannya.

Ade juga berharap, Jepang dapat kembali pulih dari keterpurukan pascabencana tsunami. "Kembali bisa membangun Jepang, semuanya bisa dapat rumah dan kembali sehat," tuturnya.

Papan simpati untuk Jepang tersebut merupakan bagian dari acara INA4JPN (Indonesia for Japan). Dalam acara tersebut, penyelenggara yang diwakili Kuntoro Mangkusubroto menyerahkan papan simpati tersebut secara simbolik kepada duta besar Jepang.

Acara INA4JPN merupakan bentuk kepedulian Indonesia terhadap bencana gempa dan tsunami yang menimpa Jepang pada 8 Maret yang dibalut dalam sebuah acara seni urban. INA4JPN digagas oleh sejumlah anggota masyarakat yang peduli Jepang.

Selain menyanyikan sejumlah lagu penyemangat, warga juga menempelkan ungkapan simpatinya pada papan backdrop yang disediakan sebagai lambang kepedulian masyarakat Indonesia pada musibah Jepang.

Seperti diketahui, tsunami setinggi 10 meter menerjang Jepang pada 8 Maret. Akibatnya, ribuan orang menjadi korban bencana tersebut.Tiga provinsi di Jepang, yakni Fukushima, Miyagi, dan Iwase, mengalami kerusakan terparah. Sebanyak 496 warga negara Indonesia menetap di tiga provinsi tersebut.

Atas bencana tersebut, Pemerintah Indonesia memberikan sejumlah bantuan untuk Jepang. Termasuk bantuan dana 2 juta dollar AS dan mengirimkan tim penyelamat. Hubungan Indonesia dan Jepang yang baik turut melatarbelakangi kepedulian Indonesia terhadap bencana Jepang. Selain itu, saat Indonesia tertimpa bencana tsunami Aceh, Jepang banyak memberikan bantuan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau