Strada Triton HD-X Melaju Tanpa Digas

Kompas.com - 27/03/2011, 15:23 WIB

BALIKPAPAN, KOMPAS.COM — Saat peluncuran Mitsubishi Strada Triton HD-X di Balikpapan (24/3), ucapan Executive Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian (KTB) Motors Rizwan Alamsjah, di antaranya dikatakan pengganti GLX ini dikembangkan untuk menaklukkan "medan yang tak bersahabat", bikin penasaran Kompas.com. Kebetulan KTB menyiapkan lima unit HD-X baru dan beberapa varian Strada Triton Exceed untuk dijajal di atas dua trek yang didesain khusus.

Trek pertama, menurut Reza HP dari Java Adventure (JV)— pembuat lintasan—untuk membuktikan ucapan Rizwan Alamsjah tadi. Meskipun panjangnya kurang dari 1.000 meter, rintangannya sangat komplet. Ditambah lagi terkena siraman hujan membuat tanah merah siap menguras tenaga HD-X yang bermesin 4M40 berkapasitas 2,8 liter diesel SOHC memiliki tenaga 97PS dengan torsi 22kgm.

Trek "neraka"

Kondisi lintasan sudah tidak berbentuk dan layak disebut trek "neraka" lantaran sulit melesat lebih dari 10 km per jam saking licin. Ditambah rintangan seperti kubangan air, jalan turunan dengan sudut kemiringan 48 derajat, tikungan tajam menanjak dan jalur dengan kedalaman 30 sentimeter yang cukup panjang cukup untuk menguji tenaga mesin, kaki-kaki (suspensi), dan kenyamanan.

Perubahan pada suspensi dengan memakai lima daun per dipadu double action membuat bantingan pikap lebih empuk dan bagian belakang tidak bergerak liar. Di kontur jalan tidak rata tetap keempat roda mempunyai traksi yang sama karena sudah dilengkapi M-Locker.

Tak heran, saat menerjang kubangan lumpur sedalam tiga perempat ban, HD-X melaju dengan santai dan tidak terdengar benturan baru yang keras. Ini dikarenakan ground clearance yang tinggi berkat pemakaian ban ukuran 245/75 dari sebelumnya 205. Kalaupun terdengar ada benturan kecil, tak usah khawatir bakal nyangkut oleh gardan atau komponen lainnya. Sebab desain bagian bawah HD-X rata.

Begitu juga kala ke luar dari lumpur, saat naik ke permukaan tanah, bagian bemper dan bawahnya tak ada yang terkena. Desain melengkung ditambah adanya dek sangat membantu mobil ke luar dengan mudah. Terbukti bawah bemper depan tidak menggasak tanah saat melewati jalan turunan 48 derajat.

Tenaga mesin mulai diuji selepas jalan turunan. Kita harus membelok dengan sudut tajam dan menanjak. Tanpa menginjak pedal gas berlebihan, HD-X bisa merayap dengan baik. Mungkin ini setelah ada ubahan pada torsi dari 20,2 kgm menjadi 22 kgm membuat tenaga bawah sedikit galak.

Kala menjajal trek 2, kondisi sedikit di bawah trek 1. Tetap ada kubangan lumpur, superbowl dan beberapa tikungan patah serta jalan menanjak 20 derajat. Permukaan jalan tetap licin tapi, tidak selicin pertama.

Di sini, Kompas.com menjajal dengan dua cara. Pertama, tanpa dibantu 4WD 4H seperti di trek pertama, tapi memakai gerak dua roda (2WD). Ternyata lolos. Sempat timbul rasa khawatir saat keluar kubangan tidak bisa naik. Ternyata dengan putaran mesin yang tidak berlebihan, dan dibantu memainkan kemudi, bisa lolos.

Cara kedua, mengggunakan 4WD 4H tapi tidak menekan pedal gas sama sekali. Tak disangka juga lolos, meski saat mulai menanjak perlu bantuan gas sedikit, setelah itu dilepas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau