Cuma Punya Waktu Satu Jam bersama Anak

Kompas.com - 28/03/2011, 12:22 WIB

KOMPAS.com - Penelitian menunjukkan bahwa ibu bekerja hanya menghabiskan waktu rata-rata satu jam per hari bersama anak-anaknya. Waktu rata-rata ini dihitung tak hanya hari kerja namun juga akhir pekan. Para pakar mengatakan, ibu bekerja berusaha keras menyeimbangkan karier dengan peran rumah tangganya. Karenanya, banyak ibu bekerja yang pada akhirnya lebih fokus pada "quality time" bersama anak, dibandingkan kuantitas waktu.

Penelitian yang diadakan oleh Organisation for Economic Co-operation and Development ini mengumpulkan data selama 11 tahun, mulai 1998-2009. Dari 21 negara yang dianalisa, ayah dan ibu bekerja di Australia berada di urutan pertama (menghabiskan waktu lebih lama), menghabiskan waktu bersama anak, masing-masing 105 dan 69 menit per hari. Sedangkan ibu rumah tangga di Australia menghabiskan waktu 236 menit bersama anaknya, dan ayah yang lebih sering di rumah menjalin kebersamaan dengan anak selama 105 menit per hari.

Sementara di Inggris, ibu bekerja hanya punya waktu 21 menit per hari bersama anak-anak. Ibu bekerja di Inggris tercatat sebagai orangtua tersibuk di Eropa. Terdapat dua juta ibu rumah tangga di Inggris, dan lebih dari 13 juta ibu di Inggris adalah pekerja penuh waktu dan paruh waktu.

Sementara di Irlandia, kondisinya berbeda karena ibu bekerja bisa mengatur waktunya dua kali lebih banyak dibandingkan ibu bekerja di Inggris. Di Amerika, ibu bekerja rata-rata punya waktu satu jam 34 menit untuk anak-anak. Pembaca berita BBC, ibu tiga anak, Sophie Raworth, mengakui mendedikasikan waktunya 15 menit untuk pengasuhan masing-masing anaknya. Raworth sedang mengembangkan program skema pengasuhan cepat untuk orangtua bekerja di Amerika.

Menjadi perempuan bekerja bukan satu-satunya alasan mengapa ibu bekerja sulit meluangkan waktu lebih bersama anak. Karena menurut penelitian yang sama, ibu rumah tangga pun hanya memiliki waktu dua jam 35 menit bersama anak setiap harinya. Sementara ayah rumah tangga hanya menghabiskan waktu 63 menit bersama anak-anaknya.

Orangtua berpendidikan tinggi memiliki kecenderungan lebih memprioritaskan pengasuhan anak di waktu senggangnya, dibandingkan bersenang-senang atau tidur.

Yang dilakukan orangtua bekerja bersama anaknya
Meski sibuk, orangtua bekerja mengupayakan untuk bisa meluangkan waktu bersama anak-anaknya. Kegiatan yang mempertemukan ibu bekerja dengan anak adalah saat makan, dan membantu anak berpakaian. Sedangkan ayah bekerja, fokus pada tugas sekolah anak, berolahraga, dan membaca.

"Yang terpenting adalah anak mendapatkan kesempatan untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan bersama anak-anak. Pengasuhan tak bicara angka (rata-rata waktu orangtua bekerja bersama anak)," jelas psikolog keluarga dan anak, Dr Sandra Wheatley.

Orangtua perlu menyelipkan kegiatan yang menyenangkan bersama anak, di sela waktu yang terbatas tersebut, lanjut Wheatley.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau