JAKARTA, KOMPAS.com - Pabrik plastik milik PT Prima Plastik Internusa, di Jalan Prepedan Raya RT 05 RW 09, Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Senin (28/3/2011), terbakar. Selain menghanguskan bangunan pabrik dengan kerugian material sekitar Rp 500 juta, kebakaran juga membuat seorang karyawan bernama Jajat (28) mengalami luka bakar pada tangan kiri hingga harus dibawa ke klinik terdekat.
Timin (45), petugas satpam perusahaan tersebut mengungkapkan, kobaran api mulai terlihat sekitar pukul 11.00 WIB dari gudang penyimpanan plastik dan bahan kimia yang sekaligus jadi tempat produksi. Saat itu, para karyawan sedang bekerja mencampur bahan kimia untuk rendaman kain batik. Tiba-tiba, mereka dikejutkan dengan adanya percikan api. Bahkan, percikan api tersebut kemudian masuk ke bak tiner hingga api dengan cepat membesar.
Melihat api, karyawan berusaha untuk memadamkan dengan air. Namun semburan air justru membuat api semakin membesar. Malangnya seorang karyawan yang tak jauh dari lokasi munculnya api terkena sambaran api hingga tangan kanannya mengalami luka bakar cukup serius dan harus dilarikan ke klinik terdekat.
“Kami telah berusaha untuk memadamkan api dengan menyiram air. Tapi karena banyaknya bahan kimia cair di lokasi, api bukannya mengecil tapi justru membesar dan sekaligus diiringi ledakan. Daripada jadi korban kami menjauh,” ujar Timin, Senin.
Untuk mengantisipasi warga sekitar dari sambaran api, Lurah Kamal, Lilik Istinah dibantu petugas, langsung mengevakuasi warga yang rumahnnya berdekatan dengan pabrik tersebut. Sebab, banyaknya bahan kimia yang terbakar dikhawatirkan akan menyambar permukiman padat penduduk tersebut.
“Untuk sementara kami menempatkan warga di pos RW setempat,” ungkapnya.
Kasudin Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) Jakarta Barat, Endang Choiruddin, ditemui di lokasi kebakaran mengatakan, untuk memadamkan api pihaknya menerjunkan kekuatan sebanyak 24 armada. Pihaknya mengaku sempat mengalami kesulitan untuk memadamkan api, karena sumber air yang sulit didapat.
Selain itu, banyaknya bahan kimia cair membuat api sulit untuk padam. Namun, berkat kerja keras petugas yang juga menyemprotkan cairan busa, akhirnya sekitar pukul 14.00 WIB api berhasil dipadamkan.
"Berdasarkan laporan yang kami terima api dari hubungan arus pendek. Karena banyak bahan kimia yang terbakar api baru dapat kami padaman tiga jam lemudian,” kata Endang Choiruddin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang