MILAN, KOMPAS.com — Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi menghadiri sidang pada Senin (28/3/2011) untuk pertama kalinya dalam delapan tahun sejak mendapat tuduhan penipuan keuangan dan penyalahgunaan kepercayaan untuk kepentingan bisnisnya. Sidang itu berlangsung di Milan sebagai bagian dari proses untuk memutuskan apakah Berlusconi, seorang miliuner yang memiliki kerajaan media dan beralih menjadi politisi, harus mengikuti pengadilan dalam kasus yang mengikutsertakan perusahaannya, Mediatrade. ”Tuduhan itu konyol dan tidak berdasar,” kata Berlusconi dalam wawancara lewat telepon dengan stasiun televisi Channel 5 yang dimilikinya. Sebelumnya, seorang pengacara Berlusconi, Pier Silvio Cipolotti, mengatakan kepada AFP bahwa sidang dengar pendapat itu akan berlangsung tertutup dan PM Berlusconi tampaknya tidak akan membuat pernyataan resmi mengenai hal itu. Berlusconi (74) sudah menjadi terdakwa dalam dua pengadilan yang sedang berlangsung dan juga ditetapkan agar mengikuti pengadilan yang dimulai pada 6 April mendatang dengan tuduhan melakukan hubungan badan dengan perempuan tunasusila di bawah umur dan menggunakan jabatannya dalam percobaan untuk menutupi kejahatan yang dituduhkan kepadanya itu. Penyalahgunaan kekuasaan dapat dijatuhi hukuman hingga 12 tahun penjara. Berlusconi membantah semua tuduhan dan menuduh jaksa penuntutnya berkonspirasi melawan dirinya dengan kubu sayap kiri. ”Komunisme tidak pernah berubah di Italia. Masih ada masyarakat yang menggunakan hukum pidana sebagai senjata dalam pertempuran ideologi mereka,” katanya. Sekelompok pendukung PM Berlusconi berkumpul di luar bangunan utama pengadilan di Milan untuk memprotes pemutarbalikan pengadilan atas diri sang PM. Edoardo Colombo (45), pendukung setia Berlusconi, mengatakan kepada AFP, ”Tidak ada warga normal yang akan membuat tekanan dengan tingkat yang berlebihan seperti ini. Tidak ada yang dapat membuktikan bahwa ia melakukan hal yang ilegal”.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang