Pengadilan

Tumben, Berlusconi Tak Mangkir!

Kompas.com - 28/03/2011, 16:52 WIB

 

MILAN, KOMPAS.com — Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi menghadiri sidang pada Senin (28/3/2011) untuk pertama kalinya dalam delapan tahun sejak mendapat tuduhan penipuan keuangan dan penyalahgunaan kepercayaan untuk kepentingan bisnisnya. Sidang itu berlangsung di Milan sebagai bagian dari proses untuk memutuskan apakah Berlusconi, seorang miliuner yang memiliki kerajaan media dan beralih menjadi politisi, harus mengikuti pengadilan dalam kasus yang mengikutsertakan perusahaannya, Mediatrade. ”Tuduhan itu konyol dan tidak berdasar,” kata Berlusconi dalam wawancara lewat telepon dengan stasiun televisi Channel 5 yang dimilikinya. Sebelumnya, seorang pengacara Berlusconi, Pier Silvio Cipolotti, mengatakan kepada AFP bahwa sidang dengar pendapat itu akan berlangsung tertutup dan PM Berlusconi tampaknya tidak akan membuat pernyataan resmi mengenai hal itu.  Berlusconi (74) sudah menjadi terdakwa dalam dua pengadilan yang sedang berlangsung dan juga ditetapkan agar mengikuti pengadilan yang dimulai pada 6 April mendatang dengan tuduhan melakukan hubungan badan dengan perempuan tunasusila di bawah umur dan menggunakan jabatannya dalam percobaan untuk menutupi kejahatan yang dituduhkan kepadanya itu. Penyalahgunaan kekuasaan dapat dijatuhi hukuman hingga 12 tahun penjara.     Berlusconi membantah semua tuduhan dan menuduh jaksa penuntutnya berkonspirasi melawan dirinya dengan kubu sayap kiri. ”Komunisme tidak pernah berubah di Italia. Masih ada masyarakat yang menggunakan hukum pidana sebagai senjata dalam pertempuran ideologi mereka,” katanya. Sekelompok pendukung PM Berlusconi berkumpul di luar bangunan utama pengadilan di Milan untuk memprotes pemutarbalikan pengadilan atas diri sang PM.     Edoardo Colombo (45), pendukung setia Berlusconi, mengatakan kepada AFP, ”Tidak ada warga normal yang akan membuat tekanan dengan tingkat yang berlebihan seperti ini. Tidak ada yang dapat membuktikan bahwa ia melakukan hal yang ilegal”.
 
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau