"Snack" Sehat dengan Wafer Tanpa Gula

Kompas.com - 28/03/2011, 21:18 WIB

KOMPAS.com - Postur tubuh ideal tak ada kaitannya dengan kebiasaan ngemil. Anda tetap bisa menjaga penampilan tanpa menahan diri makan hidangan atau camilan enak. Namun memang pilihan makanan atau camilan yang keliru akan memengaruhi berat badan. Kuncinya, pilih camilan sehat dengan komposisi kalori 100-150 kalori per porsi. Selain kalori, faktor lain yang memengaruhi pilihan camilan sehat adalah penggunaan bahan pemanis alami yang tetap memberikan rasa enak. Jadi, camilan sehat tak berarti tanpa rasa.

Paradigma lama yang bikin perempuan menghindari camilan perlu diubah. Pasalnya camilan tetap dibutuhkan, dan masuk dalam jadwal makan harian Anda. Waktu snacking punya peran penting dan memengaruhi kondisi tubuh.

"Banyak orang salah kaprah menilai snacking. Untuk tujuan menjaga penampilan mereka memaksakan diri membatasi jumlah makanan, membiarkan dirinya menderita karena kelaparan, menjauhkan snack dalam rutinitas sehari-hari. Padahal tubuh mempunyai jamnya sendiri. Waktu makan harus berselang 2-3 jam. Jadi setelah sarapan, 2-3 jam kemudian Anda perlu snacking,"  jelas dokter spesialis gizi klinis, dr Ida Gunawan, MS, SpGK, saat talkshow "Happy Healthy Snacking Time" yang diadakan oleh Tango, di Red Pepper, Plaza Indonesia, Jakarta, Senin (28/3/2011).

Dua jam setelah makan besar, gula darah berada dalam titik maksimal, kemudian turun. Pada kondisi turun ini tubuh merasa lapar dan saat itulah snacking diperlukan agar gula darah tak semakin turun. Jika snacking diabaikan, dan gula semakin turun, tubuh kelaparan dan memancing seseorang menyantap makanan lebih banyak pada jadwal makan berikutnya, demikian menurut dr Ida.

Nah, jika snacking penting, tugas Anda berikutnya adalah memilih camilan sehat tapi enak. "Saat snacking kita maunya sesuatu yang manis, tapi jangan sembarangan pilih snack manis. Pilih snack enak tapi bertanggungjawab. Karenanya pilih snack dengan pemanis alami dengan menggunakan buah atau mengombinasikan snack tanpa gula dengan buah segar, misalnya," tutur Chef Michael Whyag, operational manager Red Pepper.

Menjawab kebutuhan snacking dan pilihan snack sehat tapi enak, Orang Tua Group mengenalkan varian Tango Less Sugar. "Tango pernah mengenalkan varian sugar free. Nah, Tango Less Sugar ini merupakan peremajaan dari produk sebelumnya. Meski dikatakan less sugar, varian Tango ini murni tanpa gula tetapi menggantinya dengan pemanis dari bahan alami xylitol dengan nilai kalori sepertiga dari gula biasa. Wafer less sugar membuat orang lebih percaya untuk menjadikannya snack, terutama mereka yang peduli penampilan, gula darah, sedang diet, atau menderita diabetes. Sementara wafer sugar free diartikan sebagai snack khusus penderita diabetes atau orang yang menjalani diet," jelas Yuna Eka Kristina, Public Relations Manager OT Group.

Lebih jauh Yina menjelaskan, dua bahan pengganti gula, xylitol dan isomalt, membuat wafer Tango Less Sugar aman dikonsumi mereka yang peduli kesehatan, namun tak ingin menikmati snack tanpa rasa. Kandungan dua bahan tersebut membuat wafer ini masih terasa manis namun kalorinya hanya 70 kkal untuk satu paket berisi empat buah wafer.

Tango mengklaim wafernya sehat dan enak lantaran kandungan isomalt memiliki komposisi karbohidrat yang lambat dicerna, sehingga mampu menekan peningkatan kadar gula darah dalam tubuh. Sedangkan bahan Xylitol merupakan pemanis dengan tingkat manis yang sama dengan gula, namun kalorinya sepertiga dari kalori gula (2,4 kilogram). Xylitol yang secara alami didapati dari buah dan sayuran juga membuat wafer memiliki sensasi dingin.

Paradigma snacking bikin gemuk tak perlu dipelihara, karena menurut Yuna, pilihan camilan yang tepat takkan membuat seseorang kelebihan berat. Satu lagi, katanya, snacking sehat juga bisa tetap enak dan kaya rasa, serta tak selamanya mahal.

"Tango Less Sugar punya dua varian rasa yang tetap manis, chocolate dan vanilla. Satu pack isinya empat dengan harga Rp 2.000 saja. Jika kebutuhan kalori snacking per hari maksimal 150 kkal, satu pack wafer less sugar bernilai 70 kkal, jadi aman dikonsumsi dua pack setiap hari," lanjutnya.

Jika bosan hanya makan wafer saat waktu ngemil tiba, kreasikan saja dengan buah atau berbagai makanan rendah kalori.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau