JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto mengatakan, sejak awal 2011 DKI Jakarta sudah melakukan persiapan menghadapi ujian nasional (UN). Hal tersebut karena UN dinilai hanya sebagai kegiatan rutin.
"Karena ini kegiatan rutin, sejak awal tahun sudah kami persiapkan, bahkan sejak dari tahun pertama kelas X, baik kepada siswa, guru, maupun bekerja sama dengan beberapa perguruan tinggi," papar Taufik saat menjadi pembicara dalam sebuah seminar pendidikan, Selasa (29/3/2011) di Kampus STIE Perbanas, Jakarta.
Sementara itu, saat disinggung mengenai bentuk sanksi apa yang akan diberikan terhadap kecurangan-kecurangan yang kerap terjadi pada pelaksanaan UN, Taufik mengaku belum memikirkan soal itu.
"Saya tidak ingin berandai-andai. Ini kegiatan rutin, kita tidak ingin terjebak dalam rutinitas. Kita ikuti saja regulasinya sebelum adanya kenyataan akan kecurangan pada pelaksanaan UN. Kita usahakan semuanya untuk jujur," ungkap Taufik.
Sebelumnya diberitakan, DKI Jakarta menyatakan siap menghadapi Ujian Nasional (UN) 2011. Sebagai persiapan itu telah dilakukan standardisasi dan langkah dari setiap komponen, termasuk guru bimbingan dan konseling (BK).
"Guru BK adalah peran sentral secara individu dan kelompok untuk memberikan informasi serta usulan terkait persiapan menghadapi UN," tambah Taufik.
Menurutnya, segala persiapan tersebut adalah upaya mewujudkan harapan semua pihak dalam menyelenggarakan UN yang lancar dan jujur. Ia berharap UN bisa berjalan dengan sukses, baik dari sisi kelancaran maupun kejujurannya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang