BOYOLALI, KOMPAS.com — Kecelakaan lalu lintas terjadi antara sepeda ontel, motor, dan truk di Jalan Raya Solo-Semarang, tepatnya di Desa Kuwiran, Banyudono, Boyolali, Selasa. Satu orang tewas akibat tergilas truk.
Korban tewas di lokasi kejadian adalah pemboceng sepeda motor dengan nomor polisi D 2782 YD, Siswati (40), warga Gatak, Desa Brajan, Kecamatan Mojosongo, Boyolali.
Menurut Kepala Satlantas Polres Boyolali Ajun Komisaris Sugandi melalui Kanitlaka Inspektur Dua Arifin, kecelakaan lalu lintas antara sepeda ontel, motor dan truk tersebut terjadi di Jalan Solo-Semarang di Desa Kuwiran, sekitar pukul 06.15.
Menurut Kanitlaka, korban tewas di tempat kejadian karena mengalami luka parah di bagian kepala yang diduga terlindas ban truk saat dia terjatuh dari motornya, sedangkan pengendara sepeda ontel, Masudah (35), warga setempat, mengalami luka-luka dan dilarikan ke RSU Banyudono.
Peristiwa tersebut berawal dari korban yang diboncengkan sepeda motor Nopol AD 2782 YD oleh rekan kerja satu pabrik, Tri Daryati (26), warga Brajan, dari arah timur (Solo) ke barat (Boyolali Kota).
Keduanya setibanya lokasi kejadian, Tri Daryati bermaksud mendahului sepeda ontel yang dinaiki Masudah. Akan tetapi, sepeda motor itu menyenggol sepeda ontel dan Masudah terjatuh tersungkur ke tepi jalan.
Pengendara sepeda motor juga terjatuh, bahkan korban sempat terseret sejauh sekitar 10 meter.
Namun, pengemudi Tri Daryati saat terjatuh dari motornya di sisi kiri jalan, tetapi korban terlempar ke kanan atau di badan jalan.
Pada waktu bersamaan melintas dari arah timur sebuah truk, dan langsung melindas korban hingga tewas seketika.
Menurut dia, pihaknya langsung datang ke lokasi kejadian perkara untuk pemeriksaan kecelakaan tersebut.
Polisi langsung mengejar truk yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut dengan mengamankan sebuah truk boks pos nopol H 1301 QG yang dikemudiakan Djoko Masusiyanto, warga Perum Gentan Baki Sukoharjo.
Namun, kata dia, dari hasil pemeriksaan sementara pengemudi truk tersebut tidak merasa melindas korban.
Selain itu, dari pemeriksaan roda truk yang diamankan juga tidak ditemukan bekas darah korban.
Menurut Kasatlantas Ajun Komisaris Sugandi, pihaknya masih menyelidiki dan mengungkap identitas truk yang terlibat kecelakaan tersebut.
"Kami masih melakukan penyelidikan karena pengemudi truk mengaku di belakang kendaraan yang dikemudikan juga ada truk melaju cepat," kata Kasatlantas.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang