Tugas Berat Menanti Hadi Nasri

Kompas.com - 29/03/2011, 21:58 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Hadi Nasri dipastikan menempati posisi Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Kabid Binpres) PB PBSI setelah ia bertemu dengan Ketua Umum PBSI Djoko Santoso, Selasa (29/3/11).

"Seperti yang saya janjikan, hari ini Pak Djoko sudah bertemu Pak Hadi Nasri dengan hasil yang bagus. Semua berjalan lancar dan mudah-mudahan dalam waktu dekat Pak Hadi sudah dapat mulai bertugas sebagai Kabid Binpres," ujar Sekjen PBSI Yacob Rusdianto di Jakarta, Selasa (29/3/11).

Hadi akan menjalankan tugas Kabid Binpres hingga masa kepengurusan Djoko Santoso berakhir. Dia menempati pos yang ditinggalkan Lius Pongoh pada awal tahun ini.

"Secara lisan sudah resmi. Kalau formal, surat besok kami kerjakan. Paling lambat 1 April sudah aktif," kata Yacob.

Sementara itu, Ketua Subbid Pelatnas PB PBSI Christian Hadinata mengatakan, siapa pun yang menempati posisi Kabid Binpres, akan dihadapkan pada pekerjaan yang tidak ringan.

"Dari jabatannya saja sudah sangat menggambarkan posisi yang sangat penting dan strategis, yaitu bagaimana menyusun program bukan hanya di Pelatnas tetapi secara nasional," katanya.

Ia, kata Christian, akan dihadapkan kepada banyak tugas, terutama di tengah kemerosotan prestasi bulu tangkis Indonesia. "Harus bisa mencari terobosan-terobosan dalam waktu yang cukup mendesak dikaitkan dengan persiapan sejumlah event penting," tambahnya.

Selain persiapan menghadapi Piala Sudirman di Qingdao, China, Mei mendatang, SEA Games (November) serta kualifikasi untuk Olimpiade tahun depan adalah tugas yang sudah menanti Kabid Binpres.

"Puncaknya adalah Olimpiade 2012 yang diselingi dahulu oleh Piala Thomas dan Uber," tambah Christian.

Namun kehadiran Hadi, salah satu arsitek keberhasilan Indonesia meraih dua medali emas Olimpiade Barcelona 1992--saat itu sebagai wakil Kabis Binpres--di Pelatnas Cipayung mendapat sambutan positif.

"Yang pasti senang bisa ada Binpres baru dan berpengalaman di bidangnya. Saya pribadi yakin kepada Pak Hadi dengan latar belakang dan pengalamannya," ujar pemain spesialis ganda Fran Kurniawan Teng.

Pasangan Pia Zebadiah Bernadeth itu berharap, Hadi dapat memberikan pengarahan dan keputusan yang terbaik bagi atlet.

Adapun pelatih ganda campuran Richard Mainaky menilai tugas tersebut cocok bagi Hadi karena itu adalah bidangnya.

"Itu memang bidangnya Pak Hadi, karena waktu saya berhasil membawa Tri Kusharjanto/Minarti Timur meraih medali perak Olimpiade di Sydney 2000, Pak Hadi sebagai wakil Binpres," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau