Revivalisme islam

Rusia Yakin Umarov Termasuk Korban Tewas

Kompas.com - 30/03/2011, 02:07 WIB

MOSKWA, KOMPAS.com — Pasukan Rusia mengatakan, pemimpin gerilyawan Chechen, Doku Umarov, diduga termasuk di antara orang-orang yang tewas dalam pertempuran di wilayah Kaukasus Utara. Harian Rusia, Kommersant, menyebutkan hal itu, Selasa (29/3/2011).

Sebanyak 17 gerilyawan tewas dalam serangan di sebuah pangkalan di Ingushetia yang digunakan gerilyawan untuk latihan pelaku bom bunuh diri, Senin, menurut Komite Antiteror Rusia.

Serangan itu melibatkan pasukan angkatan darat dan serangan-serangan udara. Tiga petugas Rusia juga tewas dalam kekerasan tersebut.

Identitas para pejuang itu belum diketahui, tetapi aparat penegak hukum mengatakan ada kemungkinan bahwa Umarov, salah satu teroris yang paling dicari Rusia, bisa saja tewas dalam serangan itu.

Umarov, yang menyebut dirinya sebagai Emir dari Emirat Kaukasus, mengaku bertanggung jawab atas pengeboman bunuh diri pada Maret 2010 di kereta bawah tanah Moskwa yang menewaskan 40 orang.

Ia juga mengatakan telah memerintahkan serangan bom mematikan di Bandar Udara Internasional Domodedovo, Moskwa, pada Januari yang menewaskan 37 orang.

Ada beberapa laporan palsu tentang kematian Umarov dalam beberapa tahun terakhir, termasuk spekulasi bahwa ia telah tewas dalam serangan udara di Chechnya pada pergantian tahun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau