Kisruh suriah

Kabinet Mundur, Pendukung Assad Berunjuk Rasa

Kompas.com - 30/03/2011, 04:05 WIB

DAMASKUS, SELASA - Anggota kabinet pemerintahan Presiden Bashar al-Assad di Suriah bersama-sama mengundurkan diri, Selasa (29/3). Langkah itu diyakini sengaja dilakukan untuk meredakan situasi yang semakin panas di sana. Salah seorang pejabat teras pemerintahan Suriah memastikan Presiden Assad akan menyampaikan pidatonya mengenai hal itu di parlemen hari Rabu ini.

Bersamaan dengan mundurnya anggota kabinet pemerintahan Assad, ratusan ribu pendukungnya menggelar unjuk rasa sebagai balasan terhadap berbagai aksi demonstrasi sebelumnya yang menentang pemerintah.

Demonstrasi menentang Presiden Assad dan rezimnya pecah di berbagai wilayah negeri itu sejak pertengahan Maret. Sedikitnya 61 orang tewas dalam bentrokan dan kekacauan yang terjadi dalam unjuk rasa itu.

”Rakyat Suriah tetap menginginkan Bashar Assad!” seru kelompok pendukung pemerintah, yang memenuhi lapangan di tengah kota Damaskus. Sebuah poster raksasa bergambar Presiden Assad juga dipasang di gedung Bank Sentral Suriah.

Para pendukung yang terdiri dari pria, wanita, dan anak-anak berkerumun di sekitar lokasi itu. Poster yang mereka bawa, antara lain, bertuliskan ”Tidak kepada Sektarianisme, Tidak kepada Perlawanan Sipil”. Kekacauan yang terjadi di Suriah disebut-sebut berlatar isu sektarian.

Sejak awal bulan ini Presiden Assad didera berbagai aksi demonstrasi menentang dirinya, yang diyakini sudah sangat membahayakan kelangsungan rezim pemerintahannya itu.

Pengunjuk rasa dan kalangan oposisi menuntut reformasi total digelar di negeri itu. Hal itu termasuk tuntutan agar pemerintah menghapus undang-undang keadaan darurat, yang telah diberlakukan selama 50 tahun terakhir.

Tangan besi

Sejak 11 tahun terakhir, Presiden Assad memerintah Suriah dengan tangan besi. Dia memanfaatkan UU keadaan darurat untuk keuntungan rezimnya. Aturan itu memungkinkan aparat keamanan menangkap siapa saja yang dianggap menentang dan membahayakan pemerintah.

Isu sektarian mencuat di negeri dengan mayoritas penduduk berasal dari golongan Sunni, sedangkan rezim penguasa berasal dari golongan minoritas Alawi, cabang dari Syiah. Assad memang menempatkan banyak kroninya di posisi strategis. Namun, pemerintahannya juga berhasil meningkatkan kesejahteraan dan liberalisasi ekonomi sehingga mampu mengambil hati golongan lain. (AP/DWA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau