Lisbon, Minggu
Persaingan ketat terjadi sejak hari pertama, Jumat (25/3). Pereli Finlandia dari tim Ford, Jari-Matti Latvala, memimpin pada hari pertama dan Ogier hanya finis di urutan keempat.
Medan yang ditempuh adalah jalanan berkerikil di kawasan selatan Algarve. Di medan seperti ini, tim Citroen biasanya lebih unggul dari tim lainnya.
Hari kedua, Ogier memacu mobilnya dengan cepat dan mengambil alih posisi pemimpin lomba. Keunggulan Ogier makin tak tertahankan pada hari terakhir untuk merebut juara WRC seri Portugal kedua kalinya berturut-turut dengan catatan waktu 4 jam 10 menit 53,4 detik.
”Saya mendedikasikan kemenangan ini untuk Citroen yang sudah menyiapkan mobil sempurna. Mereka juga tetap memercayai saya setelah kesalahan di Meksiko. Ini cara terbaik untuk kembali,” kata Ogier, yang pada reli Meksiko memimpin sampai hari kedua tetapi gagal masuk finis karena menabrak batu pada hari ketiga.
Juara dunia WRC tujuh kali dan rekan setim Ogier, Sebastian Loeb, menempati urutan kedua dengan selisih waktu 31,8 detik. Hasil ini sama dengan hasil seri Portugal tahun lalu.
Jari-Matti Latvala, sempat memimpin pada hari pertama, justru melorot di peringkat ketiga dengan selisih waktu 3 menit 22,1 detik. Juara seri Swedia, Mikko Hirvonen dari tim Ford, menempati urutan keempat.
Dengan hasil ini, Mikko Hirvonen menempati puncak klasemen sementara dengan nilai 58, bersaing ketat dengan Sebastian Loeb di peringkat kedua dengan nilai sama. Latvala di peringkat ketiga dengan nilai 48, Ogier di peringkat keempat dengan nilai 41, dan Petter Solberg dari Norwegia di peringkat kelima dengan nilai 31.