JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Central Asia (BCA) Tbk mencatat kenaikan laba bersih 24,6 persen, dari Rp 6,8 triliun menjadi Rp 8,5 triliun.
"Secara umum, boleh dikatakan, pertama dari net interest income kalau dihitung secara benar itu tadi kita lihat itu ada penambahan. Kemudian, dari fee base juga ada penambahan. Lainnya adalah dari segi ketentuan pajak, perubahan tarif sekitar 3 persen," jelas Jahja Setiaatmadja, di Jakarta, Rabu (30/3/2011).
Mengikuti perolehan positif dari laba, ROA (return on assets) naik 0,1 persen, dari 3,4 persen pada Desember 2009 menjadi 3,5 persen pada Desember 2010. Pada periode waktu yang sama, ROE (return on equity) pun naik 1,5 persen menjadi 33,3 persen.
Catatan positif pun berlanjut pada penyaluran kredit, dengan portofolio kredit tumbuh 24,2 persen menjadi Rp 153,9 triliun pada 2010. Kredit konsumen, yang ditopang oleh kredit kendaraan bermotor dan kepemilikan rumah, menjadi yang terbesar dengan Rp 36,5 triliun, atau naik 31,9 persen dari tahun 2009.
Sedangkan, penyaluran kredit ke UKM dan komersial tumbuh sebesar 27 persen menjadi Rp 61,2 triliun, dan kredit korporasi berada di bawahnya dengan Rp 56,3 triliun, atau naik 17,9 persen.
"Dari segi pinjaman, kita terus berusaha meningkatkan pinjaman, kayak tahun lalu aja 24 persen. Tapi yang susah kita hindari dana masyarakat kan masuk terus. Dana ini 'kan enggak bisa kita bilang jangan taruh duit di kita," jelas Jahja, yang juga menyebutkan penyaluran kredit diharapkan bertumbuh minimal 15 persen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang