Tertarik pada Orang Tua, Penyimpangan Seks?

Kompas.com - 31/03/2011, 09:42 WIB

TANYA:

Dokter Wimpie, saya seorang pria berusia 33 tahun. Selama ini saya lebih suka/selalu ingin dekat bila melihat seorang bapak-bapak. Bahkan, saya kadang merasa terangsang bila melihat bapak-bapak dengan wajah tertentu, misalnya berkumis, bentuk hidung, dan hal lain yang saya suka. Dan anehnya, secara otomatis di pikiran saya terlintas pemikiran tentang seks terhadap bapak-bapak yang saya lihat itu.

Padahal, kalau melihat seorang pria yang masih berusia muda, saya merasa biasa-biasa saja. Dan jujur saja, saya merasa kurang tertarik terhadap lawan jenis saya. Yang menjadi pertanyaan saya adalah apa yang sebenarnya terjadi dalam diri saya? Apakah saya masuk kategori seorang homoseksual? Mohon penjelasannya? Ke mana saya harus berkonsultasi? Terima kasih.

Suparman (33), Ngawi, Jawa Timur

 

JAWAB:

Kalau benar Anda tidak tertarik sama sekali kepada lawan jenis, tetapi tertarik kepada sesama jenis, Anda tergolong pria homoseksual. Namun, kalau kelompok pria yang Anda sukai adalah pria yang jauh lebih tua, diperlukan informasi lebih jauh.

Ketertarikan secara seksual kepada orang yang jauh lebih tua mungkin menunjukkan adanya deviasi seksual yang disebut gerontophilia. Dalam hal ini, sama sekali tidak ada ketertarikan kepada orang yang lebih sebaya. Tetapi, mungkin juga ketertarikan itu hanya karena orang yang lebih tua lebih mampu melindungi.

Untuk memastikan apa yang sebenarnya Anda alami, diperlukan konsultasi lebih jauh. Anda dapat berkonsultasi dengan ahli seksologi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau