Kasus pembobolan bank

Nama Asli MD adalah Inong Malinda

Kompas.com - 31/03/2011, 12:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tersangka kasus tindak pidana pencucian uang di Citibank, MD (47), ternyata selama ini menggunakan nama tenarnya. Nama asli wanita tiga anak ini adalah Inong Malinda.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Anton Bachrul Alam juga membenarkan nama asli wanita yang dikabarkan bersuamikan aktor muda, model, dan bintang iklan berinisial AG (22) itu.

"Nama sebenarnya MD, Inong. I alias MD. Dia punya beberapa perusahaan, tapi bukan atas namanya," ungkap Irjen Anton Bachrul Alam di Mabes Polri, Kamis (31/3/2011).

Menurut Anton, Inong Malinda sudah lebih kurang 20 tahun bekerja di Citibank. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, diduga dia melakukan aksinya baru tiga tahun belakangan. Kemungkinan, kerugian nasabah Rp 17 miliar yang dilakukannya bisa bertambah karena jumlah tersebut baru berdasarkan audit sementara.

Inong Malinda diduga menyebarkan uang hasil tindak pidana ke beberapa perusahaan miliknya. Kepolisian sampai saat ini masih menelusuri aliran dana tersebut.

Sebagaimana diberitakan, MD ditangkap di salah satu apartemennya di Jakarta Selatan. Dari informasi yang beredar, wanita yang selalu tampil seksi ini juga memiliki beberapa rumah mewah di Kelapa Gading, Menteng, dan Bintaro.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau